Berkunjung ke Balai Kota Makassar, Huawei Siap Perkuat Smart City

Terkini.id, Makassar – Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Makassar Ade Ismar Gobel menerima kunjungan kerja salah satu manajemen manufaktur smartphone nomor satu di dunia, Huawei.

Bertempat di War Room Lantai 10 menara Balai Kota, Kamis, 18 April 2019.

Ade Ismar Gobel menyebut pertemuan tersebut memberi manfaat berupa masukan dan bantuan terhadap program Smart City Pemerintah Kota Makassar.

“Apalagi mengenai pengembangan layanan Smart City, berupa solusi Safe City dengan layananan Public Safety yang mereka paparkan dan tawarkan kepada kita,” kata dia.

Selain itu, IT Product Manager Eric Sugiono mengatakan, Huawei merupakan salah satu vendor ponsel yang memiliki tim penelitian dan pengembangan Research and Development (R&D) yang baik.

Eric menerangkan Huawei tak pernah tanggung soal R&D, apalagi manufaktur ini berambisi untuk menguasai pasar smartphone terbaik di dunia.

“Huawei pernah mengeluarkan dana kisaran Rp175 triliun khusus untuk R&D. Hal ini membuat Huawei jadi perusahaan nomor 6 terbaik dalam urusan R&D. Dengan adanya R&D yang memiliki pendanaan yang baik,” ucapnya.

Lebih jauh Eric mengatakan, saat ini, tak aneh jika Huawei sering melahirkan produk ponsel berkualitas, karena ditunjang oleh R&D yang kuat, sehingga Huawei mulai diperhitungkan sebagai salah satu vendor ponsel terbesar di dunia.

Saat ini, kata dia, produk Huawei sudah ada di lebih 170 negara dan berada pada urutan ke-72 fortune global 500. Hal itu karena Huawei mengusung layanan Safe City, berupa solusi public safety, solusi inovatif disegala bidang.

Melalui solusi tersebut, perusahaan asal China ini mengharapkan dapat menunjang segala aktifitas, termasuk e-government, e-ticketing dalam sistem transportasi, rumah dengan teknologi terintegrasi, dan layanan darurat lainnya.

Selain itu, Vice director hovt. Sector Gobernment and Public utility sector Huawei tecnologies co, Ruan Dongmin menilai program Smart city sebenarnya merupakan payung besar yang di dalamnya ada banyak aspek.

“Salah satu contoh sederhananya adalah kalau dulu orang mengirim surat lewat pos, namun sekarang berkembang melalui email atau SMS. Begitupun dengan yang lainnya akan terus berkembang dari tahun ke tahun,” ujarnya

Di tempat yang sama, Hendra Kosasih Account Manager Indonesia Enterprise Busines Group Huwaei, mengatakan lima infrastruktur pendukung yang harus disediakan dalam mengoperasikan program Smart City, yakni eLTE, Fiber Optik, Ethernet, DSL, dan WiFi.

“Dari ke lima sarana pendukung tersebut, dari situ penduduk warga kota dan pemerintahnya bisa mendapatkan akses informasi yang mudah dari mana saja, termasuk secara nirkabel,” tutupnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini