Terkini.id, Manila-Bertemu Myanmar dalam ajang sepakbola Sea Games 2019. Garuda Muda Indonesia harus bersusah payah terlebih dahulu sebelum melaju ke partai final.
Ibarat pepatah berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Pasalnya bermain dilapangan hijau berumput sintetis, Egy dan kolega sering kehilangan bola.
Laga Myanmar melawan Indonesia U-23 berlangsung di Stadion Rizal Memorial, Manila, Sabtu, 7 Desember 2019 sore.
Sebagimana diketahui sepanjang babak pertama kesebelasan Indonesia U-23 begitu sulit menjebol gawang Myanmar. Laga berlangsung begitu ketat, begitu mendebarkan jantung pendukung baik di stadion maupun layar kaca RCTI.
Peluang demi peluang terbuang sia-sia, sebagaimana dikatakan pembawa acara, nikmat tuhan mana yang kalian dustakan, kira-kira seperti itu disampaikan aduhai. Babak pertamapun berkesudahan tanpa gol.
- Puluhan UMKM Ikuti UMK Academy 2026 di Makassar, Fokus Green Business dan Digital Marketing
- Grand Opening Bursa Sajadah Makassar, Kemenhaj Sulsel: Jawaban Kebutuhan Jamaah dan Peluang UMKM Lokal
- Pengabdian Kepada Masyarakat: UNM Sukses Melaksanakan Pelatihan Budidaya Tanaman Secara Kultur Jaringan di SMKN 3 Takalar
- Asmo Sulsel Gelar Honda Premium Matic Day 2026 di Maros Selama Tiga Hari
- Semen Tonasa Raih Penghargaan pada HUT ke-66 Pangkep, Buktikan Kontribusi Nyata bagi Daerah
Memasuki awal babak kedua, peluang indonesia terlepas. Beberapa umpan-umpan permainan Garuda Muda menjurus sepakan keras. Namun, usaha anak asuh Indra Sjafrie masih mampu digagalkan kiper MyanmarSann Sat Naing.
Myanmar yang dahulunya dikenal sebagai negara Burma ini bukannya tanpa perlawanan, juga melakukan serangan ke lini pertahanan Indonesia. Usaha ini hanya melayang tipis diatas gawang kawalan Nadeo Arga Winata.
Gol yang ditunggu Indonesia lahir menit ke-58. Diawalidari pergerakan Egy di sisi kiri pertahanan Myanmar, bola dikirim ke area penalti. Evan Dimas Darmono yang lepas dari kawalan pemain-pemain Myanmar menyambutnya dengan melepaskan tendangan keras langsung menjebol gawangSann Sat Naing. Skor langsung berubah 1-0 buat keunggulan sementara Indonesia.
Kemudian menit ke-71, timnas Garuda U-23 mampu memperlebar skor menjadi 2-0. Adalah Egy Maulana Vikry menyundul bola dari tendangan bebasBagas Adi Nugroho dan sukses menjebol gawang Myanmar.
Seakan diatas angin, Indonesia tampil angin-anginan, sehingga Myanmar memperkecil kedudukan pada menit ke-79.Aung Kaung Mann melepaskan tembakan dan membobol gawang Nadeo. Skor 2-1.
Petaka datang selang satu menit gol pertama, sang penyama kedudukan berawal dari blunderNadeosaat menangkap si kulit bundar, bola liar mampu dimaksimalkanoleh Win Naing Tun dengan melakukan sontekan ke gawang yang sudah kosong. Skor menjadi imbang 2-2. Tidak ada perubahan angka permainan dilanjutkan 2×15 waktu tambahan.
Keberuntungan Timnas U-23 kembali hadir pada menit ke-102. MemanfaatkanassistAsnawi, Osvaldo menyambutnya dengan tendangan langsung hingga menggetarkan gawang Myanmar. Skor menjadi 3-2 untuk keunggulan Indonesia.
Belum berhenti sampai peluit panjang berbunyi. Menit ke-114, Evan Dimas Darmono memperbesar skor. Memanfatkan assist yang diberikan Saddil Ramdhani. Pemain senior bernomor punggung 6 ini membuat kedudukan menjadi 4-2 yang bertahan hingga mengakhiri laga. Sekaligus menerbangkan sayap Garuda U-23 ke fase Final SEA Games 2019 cabang olahraga sepakbola. Menunggu pemenang antara Philiphina kontra Vietnam.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
