Terkini.id, Makassar – Sampah yang mengambang di Pantai Losari menjadi pemandangan sehari-hari. Semilir angin sesekali mendatangkan bau dari sampah yang membusuk.
Tak adanya perputaran sirkulasi air akibat pembangunan reklamasi membuat air laut menghitam dan menimbulkan bau busuk. Pemerintah Kota Makassar hingga kini tak punya solusi.
Kondisi ini merusak ikon Kota Makassar tersebut. Salah seorang pengunjung yang ditemui di lokasi, Nastiti mengakui cukup risih dengan banyaknya sampah dan kotoran yang mengambang di kawasan itu.
“Saya sama adek (ipar), lagi jalan-jalan, memang agak kotor tepiannya,” ujar warga Jalan Emmy Sailan ini.
Menurutnya kondisi anjungan secara keseluruhan sudah cukup bersih, namun untuk kawasan laut justru sebaliknya. Ia menilai banyak pengunjung luar yang sengaja menyempatkan diri datang ke lokasi tersebut.
“Seperti sekarang saya bawa adik ipar saya yang orang Ciamis, ini kurang bagus juga menurut saya,” sambungnya.
Masih banyaknya sampah dan bau tak sedap tersebut kemudian direspon oleh Dinas Dinas Peternakan dan Perikanan (DP2), OPD ini yang diketahui bertanggung jawab dengan kebersihan pantai tersebut, DP2 mengaku pihaknya baru mau menerjunkan tim pembersih pada malam ini.
“Jadi saya cek dulu, mungkin teman-teman belum turun juga pak, (sehingga kotor),” jelas Kepala Bagian Kepegawaian, Laode Zamiluddin.
Dia mengatakan cukup banyak pekerjaan yang dilakukan oleh tim pembersih. Selain itu tim tidak bisa serta merta turun begitu saja. Hal Ini bergantung kondisi laut, tim harus menunggu air agak pasang.
Saat ini air mengalami surut, sehingga agak sulit kapal penjaring untuk menebarkan jala untuk menjaring sampah.
“Kalau air surut tidak bisa karena kandas dia,” sambungnya.
Ia mengatakan pihaknya terus bekerja ekstra untuk mengatasi persoalan sampah ini, bahkan sampai tengah malam. Namun tetap saja masalah sampah ini kembali. Alasannya selain air yang surut, juga arus yang membawa masuk sampah-sampah dari luar.
Selain itu, minimnya kesadaran masyarakat sekitar untuk tidak membuang sampah semabarangan.
“Ini mi juga tidak bisa kita anu, karena tempat umum, biasa juga kita tegur (untuk tidak buang sampah sembarangan), kadang Satpol juga,” jelasnya.
Untuk menyelesaikan masalah sampah ini, ia menilai perlu anggaran yang banyak. Perlu rekayasa khusus agar sampah tak masuk, dan air tidak mengendap sehingga bau busuk.
“Makanya mau kita bicarakan dulu kalau soal itu,” tandasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
