Terkini.id, Makassar – Realisasi investasi Sulawesi Selatan (Sulsel) secara keseluruhan pada 2021 mencapai Rp16,6 triliun. Angka ini menunjukkan kinerja yang baik lantaran jauh melampaui target investasi yang hanya sebesar Rp8 triliun.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel Fadjar Majardi mengatakan pencapaian tersebut utamanya disumbang oleh kinerja realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai Rp12,08 triliun, meningkat 33% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sementara realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp4,5 triliun, meningkat 37% dibandingkan tahun sebelumnya,” ucap Fadjar
saat menghadiri Forum Percepatan Investasi, Perindustrian, Perdagangan dan Pariwisata Sulawesi Selatan (PINISI SULTAN) di Makassar, Rabu, 13 April 2022.
Dari sisi perdagangan, Sulsel mencatatkan surplus perdagangan sebesar US$340 juta pada triwulan IV 2021. Komoditas nikel menyumbang ekspor dengan pangsa tertinggi atau sebesar 51%, disusul dengan besi dan baja, serta ikan dan udang.
- BI Sulsel Rayakan Tujuh Tahun Perjalanan QRIS, 7 Fitur Dinikmati Jutaan Pengguna
- KKS x DIGIFEST 2026 Ditutup, Catat Komitmen Pembiayaan UMKM Rp18,27 Miliar dan Transaksi Tembus Rp1,35 Miliar
- Hadirkan Wastra Heritage Market 2026 di MaRI, BI Sulsel Percepat Digitalisasi Usaha Kreatif
- Didukung BI Sulsel, OSP Farm Ekspor 10,2 Ton Kemiri ke Arab Saudi
- BI Sulsel Kuatkan Kampanye Ekonomi dan Keuangan Syariah Melalui Training of Trainers
“Untuk negara tujuan ekspor utama Sulsel ada Jepang, Tiongkok, dan Amerika Serikat,” ujar Fadjar.
Seiring dengan momen pemulihan ekonomi pasca pandemi, kesempatan untuk menyelenggarakan atau mengikuti berbagai kegiatan promosi investasi dan perdagangan semakin terbuka lebar.
Berdasarkan data Bank Indonesia, terdapat setidaknya 14 kegiatan promosi investasi dan 28 kegiatan promosi perdagangan internasional yang berpotensi untuk diikuti pada 2022.
Lebih lanjut, sektor pariwisata, sebagai salah satu sektor andalan di Sulsel juga perlu terus didorong, termasuk melalui pengembangan potensi quality tourism di beberapa destinasi wisata unggulan seperti Selayar, Toraja, dan Bulukumba, serta pengembangan Geopark Maros Pangkep sebagai UNESCO Global Geopark.
Sementara Forum PINISI SULTAN ini dibentuk melalui Peraturan Gubernur No 35/2020 yang bertujuan untuk mendorong percepatan investasi, perdagangan dan pariwisata di Daerah yang didukung oleh Regional Investor Relations Unit (RIRU) Bank Indonesia.
Forum PINISI SULTAN juga bertugas memberikan saran dan rekomendasi kepada Gubernur dalam penetapan kebijakan dan implementasi kegiatan yang berkaitan dengan percepatan investasi, perdagangan dan pariwisata daerah, termasuk namun tidak terbatas pada implementasi RPJMD dan fasilitasi program pemerintah daerah dengan memperhatikan kearifan lokal daerah.
“Penyelenggaraan pertemuan tahunan Forum PINISI SULTAN 2022 diharapkan bisa mewujudkan Sulsel yang ramah investasi dan menjadikan Sulsel sebagai pusat industri dan perdagangan serta destinasi pariwisata berkelas dunia di Kawasan Timur Indonesia (KTI),” tutup Fadjar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
