Terkini.id, Makassar – Ketidakpastian ekonomi global yang terjadi di tengah dinamika geopolitik dunia menimbulkan risiko terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah.
Dominasi dolar Amerika (USD) sebagai mata uang utama internasional dan masih rendahnya penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional menimbulkan risiko global shock yang dapat mengancam stabilitas sistem keuangan dan makroekonomi serta meningkatkan kerentanan eksternal suatu negara.
Dalam menghadapi berbagai dinamika dan tantangan global, Bank Indonesia terus melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan stabilitas nilai tukar rupiah, memperkuat resiliensi pasar keuangan dometik, serta meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi dengan negara mitra.
Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel, Fadjar Majardi menuturkan salah satu inovasi tersebut adalah kebijakan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan internasional atau sering disebut Local Currency Settlement (LCS).
LCS merupakan penyelesaian transaksi yang dilakukan secara bilateral oleh pelaku usaha di Indonesia dan negara mitra dengan menggunakan mata uang masing-masing negara melalui bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD).
- OJK Sebut Sektor Jasa Keuangan Indonesia Stabil di Tengah Ketidakpastian Perekonomian Global
- Emas Pegadaian Stagnan di Tengah Gonjang-Ganjing Ekonomi Global
- Isu Ekonomi Global Jadi Pidato Politik Ganjar Saat Konsolidasi
- Sebut Tuntutan Ekonomi Global jadi Pemicu Shopee PHK Karyawan
- Bank Dunia Sebut Ancaman Resesi Ekonomi Global: Indonesia Masih Aman
“Sejak tahun 2018, Bank Indonesia bersama dengan Pemerintah terus mendorong penggunaan LCS. Saat ini, implementasi LCS telah menjangkau empat negara, yakni Malaysia, Thailand, Jepang, dan Tiongkok. Pada tanggal 4 November 2022 baru saja dilakukan penandatanganan MoU dengan Singapura,” kata Fadjar, Kamis, 8 Desember 2022.
Dia menerangkan pengguna LCS di Indonesia saat ini tercatat berjumlah 1.674, meningkat signifikan dibandingkan tahun pertama implementasi yang hanya berjumlah 101.
Berdasarkan catatan Bank Indonesia, pada Januari hingga Oktober 2022, transaksi LCS secara nasional telah mencapai USD3,46 miliar. Namun demikian, pangsa transaksi LCS terhadap total perdagangan Indonesia dengan negara mitra LCS masih relatif rendah.
Hal ini membuat potensi pengembangan LCS secara nasional masih sangat besar.
Sebagai salah satu upaya meningkatkan penggunaan LCS dalam transaksi perdagangan internasional dengan negara mitra, Bank Indonesia menyelenggarakan kegiatan South Sulawesi Economic Forum pada 8 November 2022 di Kota Makassar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
