BI Sulsel Catat Merchant QRIS Capai 763.510 Unit

BI Sulsel Catat Merchant QRIS Capai 763.510 Unit

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan mencatat merchant QRIS hingga pertengahan Januari 2023 telah mencapai 763.510 unit. Usaha mikro mendominasi lebih dari 60 persen.

Merchant QRIS dari jenis usaha mikro mencakup 61 persen dari total keseluruhan, sementara dari usaha kecil sebesar 19 persen. Selebihnya dari jenis usaha menengah sebanyak 12 persen, usaha besar 7 persen, dan 1 persen dari jenis usaha reguler.

“Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, merchant QRIS di Sulsel naik 46 persen, di mana pada pertengaan Januari 2022 hanya sekitar 520.000 merchant,” kata Direktur BI Sulsel Rudy Bambang Wijanarko, Kamis, 16 Februari 2023.

Ia menjelaskan salah satu upaya yang dilakukan ialah melalui pelaksanaan program pasar Sehat, Inovatif, Aman Pakai (S.I.A.P) QRIS.

Melalui program ini, Rudy berharap seluruh pedagang pasar maupun pelaku UMKM dapat mengedepankan transaksi non-tunai untuk efisiensi cash handling, risiko uang rusak dan kecurian.

Baca Juga

“Pengguna QRIS Sulsel sampai sejauh ini mayoritas masih di Makassar, namun jika dibandingkan provinsi lain, Sulsel menjadi yang terbanyak di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua,” tuturnya.

Terpisah, Officer Retail Payment and Merchant Departement BRI Satya wicaksana menjelaskan pihaknya optimis penerapan QRIS khususnya di pasar tradisional sudah berjalan efektif.

Hal ini sejalan dengan program tawuran yang ia laksanakan. Dalam program ini, Satya menjelaskan pihaknya mengunjungi pasar-pasar dan senantiasa melakukan penyuluhan untuk penggunaan QRIS.

“Beberapa pasar sudah melakukannya, bahkan petugas parkir dan pedagang pasar sudah diberi semacam ID card yang berisikan scan QRIS. Jadi kami mengunjungi untuk memastikan barcode terpasang, sehingga pembeli akan mengetahui ada opsi pembayaran non-tunai,” terangnya.

Lebih lanjut, Satya menyebut BRI memiliki unit yang tersebar di seluruh daerah khususnya di Makassar yang secara geografis berdekatan dengan pasar. Hal ini menjad taktik tersendiri baginya.

Adapun penetrasi dan kolaborasi dengan PD Pasar terus dilakukan guna memberikan edukasi terhadap pedagang pasar mengenai penerapan sistem transaksi digital untuk pedagang tradisional.

“Secara keseluruhan untuk pedagang tradisional sendiri terdapat 13.728 pedagang yang telah menggunakan. Kami pun terus berupaya menumbuhkan kepercayaan pedagang, seperti sms notifikasi sehingga setiap transaksi yang berhasil akan masuk di pedagang, strategi itu kami bangun untuk menepis kekhwatiran pedagang transaksi tidak masuk,” lanjutnya.

Dalam waktu dekat pihaknya pun akan membuat program pedagang pasar yang menggunakan QRIS sehingga akan merasa nyaman dan terbiasa dalam menggunakan layanan digital.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.