Biadab! Majikan Ini Paksa ART Makan Kotoran Kucing

Terkini.id, Surabaya – Seorang majikan memaksa Asisten Rumah Tangga (ART) berinisial EAS makan kotoran kucing.

Perbuatan keji itu dilakukan majikan tersebut di kediamannya, tepatnya di Surabaya, Jawa Timur. 

Korban mengaku telah bekerja kurang lebih 13 bulan di rumah tersebut dan dijanjikan mendapatkan upah sebesar Rp1,5 juta per bulan.

Baca Juga: Dijual oleh Suami ke Pria Hidung Belang, Istri: Takut Ditinggal...

Akan tetapi, EAS tak mendapatkan upah, malah ia menerima kekerasan dari majikannya.

Bahkan, dirinya dimasukkan oleh majikannya ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) dengan alasan memiliki gangguan kejiwaan.

Baca Juga: Polisi Turun Tangan Usai Baliho Puan Maharani Dicoret ‘Open BO’

“Sejak awal bekerja di bulan ketiga sudah mendapatkan kekerasan,” kata EAS pada hari Minggu, 9 Mei 2021, dilansir dari Kompas.com.

EAS mengakui bahwa tindakan kekerasan yang sering diterima sepenuhnya bukan karena kesalahan yang diperbuat, namun ia dijadikan sebagai tempat pelampiasan kemarahan pelaku.

“Emosi sama keluarganya, aku yang kena imbas. Kadang karena pekerjaan, karena aku ngucek kurang, karena tanganku sakit, itu juga jadi masalah. Sakitnya juga karena disiksa,” jelasnya.

Baca Juga: Polisi Turun Tangan Usai Baliho Puan Maharani Dicoret ‘Open BO’

Adapun siksaan yang ia terima mulai dari disetrika hingga makannya dicampuri dengan kotoran kucing.

“Majikan saya bilang, ‘itu ada tahi kucing kok enggak dibuang’. Terus saya bilang, ‘iya nanti saya buang’ gitu,” jelas EAS

“Terus dia bilang lagi, ‘enggak usah nanti buat makan kamu’. Saya pikir itu bercanda, ternyata beneran, saya dikasih makan sama tahi kucing,” tambahnya.

Dalam kasus tersebut, Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Besar Surabaya akhirnya menetapkan majikan EAS sebagai tersangka.

Hal ini juga telah dikonfirmasi oleh Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian.

“Tersangka sudah ditetapkan, berisinial F selaku majikannya,” kata Oki pada hari Senin, 17 Mei 2021, dilansir dari Kompas.com.

Pihaknya telah mengirimkan surat kepada F untuk dimintai keterangan sebagai tersangka, namun ia tak hadir.

Dalam hal ini, Oki menuturkan dirinya tidak akan tinggal diam dan akan mengusut kasus tersebut.

Bagikan