Masuk

Sarat Akan Sejarah, 5 Museum di Surabaya Ini Wajib Dikunjungi!

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Surabaya, ibukota Provinsi Jawa Timur ini dikenal dengan julukan Kota Pahlawan. Kota ini menyimpan segudang cerita serta peristiwa menarik di dalamnya. Salah satu tempat yang menyimpan banyak sejarah dan bisa dinikmati sebagai sarana wisata di Surabaya adalah museum. 

Beberapa museum yang ada di Surabaya menyimpan sejumlah koleksi di mana koleksi tersebut menjadi bagian dari peristiwa sejarah yang terjadi di Surabaya. Kali ini, Terkini.id akan membahas beberapa museum di Surabaya yang bisa menjadi rekomendasi untuk dikunjungi bersama kerabat atau keluarga tercinta.

Berikut ini adalah rekomendasi museum yang bisa dikunjungi saat berwisata ke kota Surabaya dikutip dari berbagai sumber.

Baca Juga: Berikut Sejarah Ekonomi Bangsa Arab pada Masa Jahiliyah Sebelum Islam

1. Museum Sepuluh November

Untuk para pecinta wisata sejarah, museum Sepuluh Nopember bisa menjadi tempat yang tepat untuk dikunjungi. Museum yang terletak di Jalan Pahlawan, Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya ini dinamakan Museum Sepuluh Nopember sebagai bentuk penghormatan da untuk mengabadikan serta mengenang perjuangan para Pahlawan di mana saat itu terjadi pertempuran hebat yang antara arek-arek Suroboyo melawan serdadu Belanda di Kota Surabaya.

Museum Sepuluh Nopember memiliki bangunan dua lantai. Di lantai pertama dipamerkan patung yang melambangkan bentuk perjuangan arek Suroboyo. Sementara di lantai 2 pengunjaung dapat melihat pameran dari berbagai senjata, foto-foto dokumenter dan peninggalan Bung Tomo, yang merupakan salah satu tokoh pejuang 10 November.

Baca Juga: Demi Menonton Bola Rela Mengendarai Motor Tegal-Surabaya dan Korbankan Bayi Usia 6 Bulan

2. Museum W.R Soepratman

Siapa yang tak kenal Wage Rudolf (W.R) Soepratman? Beliau adalah sosok hebat dibalik lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Rumah pribadi W.R Soepratman yang kini dialih fungsikan menjadi museum edukatif ini dibangun sejak abad ke-20, setelah beliau pindah dari Pemalang ke Surabaya pada tahun 1937.

Disana museum itu, pengunjung bisa melihat foto-foto sejarah serta replika yang berhubungan dengan W.R. Soepratman. Mulai dari foto-foto orang tua W.R. Soepratman, replika baju hingga replika biola kesayangan beliau. 

Baca Juga: Disbudpar Sulsel Galakkan Gerakan Cinta Museum dan Penyebarluasan Informasi Melalui Bisokop Keliling

Museum W.R. Soepratman ini berlokasi di Jl. Mangga No. 21, Tambaksari, Kec. Tambaksari, Kota Surabaya, Jawa Timur.

3. House of Sampoerna

Museum megah dengan empat pilar yang membentang di pintu utama ini dibangun pada tahun 1858. Jauh sebelum berganti menjadi House of Sampoerna, tempat ini merupakan panti asuhan yang dikelola oleh Belanda.

Kemudian pada tahun 1893, bangunan ini oleh seorang pengusaha bernama Liem Sieng Tee dengan tujuan untuk mendirikan pabrik rokok. Sampai dengan sekarang, bangunan ini masih tetap dijadikan tempat produksi rokok sehingga pengunjung yang datang bisa langsung melihat para pekerja yang sedang memproduksi rokok.

Museum yang terletak di Jalan Raya Rajawali ini juga menyediakan bus yang bernama Surabaya Heritage Track. Bus ini  bisa diakses oleh pengunjung untuk mengelilingi tempat bersejarah di Kota Surabaya. Layanan bus ini gratis. Jadi jika berminat, bisa langsung saja datang ke museum ini ya.

4. Monumen Kapal Selam

Tak hanya sekedar berbentuk monumen saja, museum yang satu ini benar-benar berbentuk kapal selam. Kapal selam yang dijadikan museum ini bernama KRI Pasopati yang didatangkan langsung dari Vladivostok, Uni Soviet dan telah dimiliki resmi oleh Indonesia pada tahun 1962.

KRP Pasopati berhenti beroperasi pada pada tahun 1989. Monumen yang terletak di Jalan Pemuda ini tepat berada di antara sungai Kalimas dan Plaza Surabaya. 

Monumen ini juga dikenal sebagai monumen kejayaan militer Indonesia. Untuk pengunjung yang menyukai dunia militer, terutama militer kelautan, mengunjungi tempat ini merupakan pilihan yang tepat. Karena monumen kapal selam ini menyimpan banyak informasi terkait dunia militer laut.

5. Monumen Jalesveva Jayamahe

Monumen Jalesveva Jayamahe ini dibangun sebagai bentuk penghargaan kepada TNI. Salah satu ikon yang menjadi ciri khas dari tempat ini adalah Patung Laksamana yang menjulang tinggi.

Di bawah patung yang memiliki ukuran yang besar dan tinggi, terdapat beberapa ruangan yang diperuntukkan menjadi ruang teater dan penyimpanan foto dokumentasi yang menjadi bagian dari pameran museum.

Museum dan monumen ini juga berada di bawah pengelolaan Markas Komando Armada Maritim Surabaya. Monumen Jalesveva Jayamahe buka pada hari Senin hingga hari Jum’at, mulai pukul 07.30 hingga pukul 17.00.

Jika diluar dari hari itu, seperti hari Sabtu – Minggu atau hari libur nasional tidak diperbolehkan mengunjungi monument tersebut.