Biadab, Nenek di Luwu Mengaku Diperkosa Menantunya

Biadab, Nenek di Luwu Mengaku Diperkosa Menantunya

Isak Pasabuan
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Seorang nenek dari Padang Sappa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) melaporkan menantunya ke Polda Sulsel karena tidak terima perbuatannya yang diduga telah melecehkan dirinya.

Korban inisal HA yang sudah berusia 72 tahun mendatangi Polda Sulsel bersama anak dan menantunya di Makassar sekitar pukul 13.00 Wita, Senin 18 Oktober 2021, untuk melaporkan AS yang disebut telah melecehkan dirinya dengan cara diperkosa.

HA menceritakan awal kejadian pelecehan itu sekitar satu tahun yang lalu, tepatnya tahun 2020.

Terduga pelaku AS disebut tiba-tiba meminta HA untuk memberikan rambut kemaluannya dengan alasan dijadikan obat sesuai anjuran omnya yang berada di Malaysia. Namun HA menduga itu hanya dalih pelaku saja.

“Pertama itu, dia (pelaku) sama-sama saya, dia kasi tauka ada mau saya minta sama kita ma’, saya bilang apa? dia bilang saya mau ambil bulu-bulu anuta (kelamin) satu, ada omku suruhka di Malaysia mau diambil obat. Terus saya bilang saya tidak mau itu harga diri saya. Coba yang lain-lainnya kau minta mungkin saya usahakan tapi itu harga diriku,” cerita HA saat diwawancara di RS Bhayangkara Makassar, Senin 18 Oktober 2021.

Tidak berselang lama setelah AS meminta rambut kemaluannya, HA mengaku tiba-tiba merasa ada yang aneh pada dirinya. Sekitar kemaluannya terasa gatal terus menerus.

HA lantas menceritakan hal itu pada anaknya yang tidak lain adalah isteri dari pelaku. Mendengar keluhan ibunya yang kesakitan, HA langsung dibawa pergi berobat ke Dokter spesialis di Kota Palopo.

“Dia bawa maka ke dokter. Dia bilang (dokter) tidakji, hanya anu (alergi) ini, terus dia (dokter) kasima obat, di RS Palopo (RSUD Sawerigading),” terangnya.

Balik dari rumah sakit dengan jarak tempuh kira-kira 30 menit. Pelaku bersama isterinya menawarkan obat alternatif minyak kutus-kutus pada korban.

“Singgah ini anakku bersama dia (pelaku) di Padang Sappa bawakan ka obat, minyak kutus-kutus. Dia bilang ini oleskan ma’, saya simpan mi itu minyak kutus-kutus,” sebutnya.

Lanjut HA menceritakan, setelah pelaku dan isterinya balik ke rumahnya di Belopa, tidak disangka, AS tiba-tiba kembali muncul di rumah korban sendirian tanpa isterinya.

Dimana kata HA, saat itu rumah dalam keadaan kosong. Cucunya yang ia temani tinggal sedang berada di luar rumah.

Melihat rumah yang sepi dan hanya ada HA. Pelaku disebut langsung melancarkan aksi bejatnya dengan memaksa korban berbaring dan mengoleskan minyak kutus-kutus pemberiannya itu di alat kelamin HA.

“Dia paksa kasi tidur ka, baru dia oles-oles (minyak), baru dia kasi masuk itu tangannya (ke kemaluan). Tidur maka, dia kasi masuk tangannya, dia bilang oh! inimi penyakitnya di dalam,” kata nenek renta itu menceritakan peristiwa naas yang dialaminya.

“Tidak lama dia (pelaku) pegang punyanya (kelamin), terus saya bangun, karena dia bilang ku anuki (setubuhi),” tambahnya.

HA yang mengaku kaget langsung lari menjauhi korban menuju ruang belakang rumahnya. AS disebut mengikuti korban dan memaksa korban untuk memegang kelamin HA.

“Carima bantuan, saya bilang kalau bukan isterita, jangan coba-coba (dipegang) karena itu laki-laki cepat terangsang,” ujarnya.

Waktu berlalu, HA mengaku masih enggan melaporkan pelaku ke Polisi juga pada anaknya atas peristiwa yang dialaminya.

Apalagi kata dia, pelaku sempat datang menemui korban dan meminta maaf serta mengakui kesalahannya. Tepatnya di hari lebaran tahun 2021 ini.

“Habis lebaran (tahun 2021) datang minta maaf. Saya bilang saya maafkan ko yang penting tidak kau ulangi lagi perbuatanmu, karena saya ibumu yang melahirkan istrimu. Kauji (pelaku) yang saya harap mau lindungika karena anakku laki-laki tidak ada disini, baru kau kasi begituka,” sebutnya.

Dikira AS sudah toubat, sekitar bulan September 2021 ia kembali mendatangi rumah HA seorang diri. Saat itu, rumah HA lagi dalam keadaan sepi, hanya ada dia seorang diri.

Pelaku yang disebut memang memiliki niat jahat, langsung masuk kedalam rumah dan mengunci pintu depan. Terus menuju pintu belakang untuk ikut dikunci, namun korban melarang mengingat waktu itu masih siang.

“Baru ku bilang begitu (jangan dikunci) langsung dia pegang anuku (badan) dari belakang. Saya bilang sakit ka kasian, kenapa kau kasi begituka?,” ucap korban yang saat itu mengaku mencoba melawan pelaku.

“Sudah itu, dia kasi turun celanaku, untung saya pake dalaman, dia jilat itu anuku (kemaluan). Saya lari buka pintu langsung ada cucuku yang bungsu datang, dia (pelaku) lari pergi,” terangnya.

Atas kejadian itu, korban mengaku sangat sedih dan terpukul sehingga ia memberanikan diri menceritakan kejadian yang dialaminya pada anaknya yang ada di Makassar.

“Saya panggil ke Makassar, baru saya melapor ke Polda,” cetus anak lelakinya yang terus mendampingi ibunya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.