Kasus Pernikahan Sedarah di Luwu, Polda Sulsel Belum Bisa Beri Sanksi Pidana

Polda Sulsel
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani

Terkini.id, Makassar – Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani menjelaskan kondisi terkini ihwal kasus pernikahan sedarah atau inses yang menyita perhatian masyarakat di Desa Lamunre, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Dicky mengatakan, kedua pelaku sudah meninggalkan rumah lantaran terkena sanksi adat dan sosial setelah ketahuan warga setempat menjalin hubungan terlarang.

“Keluar dari rumah dan itu sudah dilakukan si ibu, artinya yang perempuan sudah ke tempat keluarganya di Makassar. Semua anak-anaknya di bawa sama dia” kata Dicky saat ditemui di Polrestabes Makassar, Rabu, 31 Juli 2019.

Sedangkan laki-laki, lanjut Dicky, sudah tidak ada lagi di Sulawesi Selatan.

Terkait Undang-Undang Pernikahan yang melarang pernikahan sedarah, dia menanggapi bahwa hal itu memang benar.

Kendati demikian, pihaknya belum bisa merumuskan ihwal sanksi pidana lantaran perbuatan hubungan terlarang tersebut berdasar suka sama suka.

“Sanksi secara pidana ini belum bisa kita rumuskan karena mereka pun melakukan perbuatan itu atas dasar suka sama suka,” ungkap Dicky.

Dia mengatakan, pernikahan EA (30) dari suami sebelumnya memiliki dua anak. Lantas setelah kawin sama kakaknya dapat dua anak lagi, ditambah satu yang belum melahirkan, masih dalam kandungan.

Dicky menyebutkan pernikahan sedarah ini terungkap setelah warga di Desa Lamunre Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, digemparkan dengan informasi itu. Kemudian warga melapor Mapolres Luwu.

“Sehingga terlapor saudara inisial AA diamankan dalam perbuatan asusila. Pelaku diamankan Sabtu 27 Juli 2019 sekitar jam 13.00 WITA. Dan adiknya inisial EA alias BI ikut diamankan untuk menghindari hal-hal tak diinginkan,” ujarnya.

Dicky menjelaskan hubungan terlarang itu, berawal pada tahun 2013 silam. Dimana EA menikah dengan lelaki bernama inisal B dan dikaruniai 1 orang anak laki-laki bernisial A.

Lalu pada tahun 2014 E bercerai dengan suaminya, kemudian menikah lagi pada tahun 2014 dengan suami kedua inisial H dan dari pernikahan keduanya dikaruniai anak perempuan berinisial MR usia saat ini 6 bulan.

“Maka bercerai lagi dengan suami yang kedua lalu kemudian EA hidup dan tinggal bersama orang tua dan saudara kandungnya itu,” ungkap Dicky.

“Lalu semenjak menjanda, EA bekerja sebagai pedagang makanan ringan di depan rumahnya. Kemudian pada tahun 2016 AA mulai mendekati adik kandungnya EA,” lanjutnya.

Selama tinggal serumah, kata Dicky, pada malam hari mulai lah sang laki-laki mengajak adiknya berhubungan badan layaknya suami istri. Sehingga sebulan kemudian EA hamil 9 bulan lamanya.

Berita Terkait