Terkini.id, Padang Lawas – Seorang remaja berinisial MRP (18), tega membunuh ibu kandungnya hanya karena tidak diberi uang membeli bensin untuk dihirup hingga mabuk.
Akibat perbuatan kejinya itu, warga Desa Tano Bato, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas ini pun harus berurusan dengan pihak kepolisian.
Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) AKP Alexander Piliang mengungkapkan, pembunuhan terhadap sang korban bernama Hotnida Hasibuan (40) berawal ketika korban tengah menjemur kain.
“Saat itu, tersangka MRP datang menghampiri ibunya untuk meminta uang. Namun saat itu ibunya tidak memberi karena ia tahu tersangka akan membeli bensin dan menghirupnya untuk mabuk,” ungkap AKP Alexander, dikutip dari manaberita.com, Kamis 31 Januari 2019.
“Bahkan korban sudah berulang kali melarang tersangka ini agar tidak mengirup bensin. Namun selalu diancam akan dibunuh,” sambungnya.
Tersangka membacok kepala dan leher korban
- Kunjungi Gereja Katolik, Anies Baswedan Dihujat Netizen: Biadab, Iblis Kok ke Gereja!
- Habib Rizieq Sebut Aparat Indonesia Biadab: Lebih Jahat dari Tentara Israel!
- Biadab! Anak Pasien Berusia 13 Tahun Dicabuli Security Rumah Sakit di Bandung
- Biadab! Guru Ngaji di Tanggamus Nekat Cabuli 7 Murid Modus Disuruh Praktek Wudhu
- Biadab, Pria Ini Tega Bunuh Istrinya yang Baru Melahirkan Gara-gara Hal Sepele
Lanjut AKP Alexander Piliang mengungkapkan, tersangka yang kesal karena tidak diberi uang, langsung mengambil sebilah parang di dapur rumahnya.
“Kemudian, ia mendatangi ibunya dan tanpa basa-basi, langsung membacok kepala dan leher korban dari belakang,” terangnya.
Korban yang saat itu menahan sakit dengan darah bercucuran langsung terduduk. Kemudian tersangka kembali melayangkan parang ke bagian leher korban yang juga mengenai jari hingga putus.
Saat membacok kedua kali, tersangka sempat mengatakan “Mate maho copat, naho saja doma na manyiksa au (matilah kau cepat, karena dirimu saja yang menyiksa aku).”
“Setelah mamastikan korban tewas, tersangka kemudian menyeret jenazah korban dan membuangnya ke parit pinggir sungai yang tak jauh dari kediamannya. Setelah itu, tersangka langsung melarikan diri,” ujar Alexander.
Tersangka dibekuk di tempat persembunyiannya
Petugas yang mendapat informasi langsung melakukan pengejaran. Tersangka sempat beberapa hari bersembunyi di kawasan Barumun di persuangaian.
“Ketika hendak diamankan, tersangka ini coba melawan dan melarikan diri. Sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur (ditembak) yang mengenai bokongnya,” bebernya.
Saat ini tersangka dalam pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah parang dari tangan pelaku.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
