Terkini, Gowa– Banjir beberapa hari yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan termasuk Kabupaten Gowa turut berdampak nyaris semua sektor. Salah satu yang paling terdampak adalah pertanian.
Dalam banjir itu, ratusan bahkan ribuan hektare sawah di sejumlah kecamatan terendam termasuk di Kecamatan Pattallassang Gowa, sebagian petani mengaku gagal tanam hingga gagal panen
Di Desa Borongpalala misalnya, tak sedikit sawah milik petani di Desa Borongpalala Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa berubah seperti lautan.

Hal itu terjadi, karena beberapa hari belakangan ini, Provinsi Sulawesi Selatan dilanda hujan berjam-jam dengan intensitas yang tinggi, termasuk wilayah Desa Borongpalala Kecamatan Pattallassang Gowa.
Berdasarkan pantauan, salah satu wilayah pertanian yang terendam banjir berada di Desa Borongpalala Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.
- Alumni Teknik Unhas Angkatan 87 Bersiap Gelar Reuni di Kota Malang
- Puluhan UMKM Ikuti UMK Academy 2026 di Makassar, Fokus Green Business dan Digital Marketing
- Grand Opening Bursa Sajadah Makassar, Kemenhaj Sulsel: Jawaban Kebutuhan Jamaah dan Peluang UMKM Lokal
- Pengabdian Kepada Masyarakat: UNM Sukses Melaksanakan Pelatihan Budidaya Tanaman Secara Kultur Jaringan di SMKN 3 Takalar
- Tekan Angka Kecelakaan Pelajar, Asmo Sulsel Gelar Safety Riding di SMAN 10 Gowa
Bahkan sawah pertanian milik warga di Desa tersebut tedendam banjir hingga setinggi leher orang dewasa.
Akibat kejadian ini, beberapa petani di Desa Borongpalala Kecamatan Pattallassang mengalami gagal tanam. Sebab, bibit padi yang ditanam terendam banjir hingga terbawa arus.

Salah seorang petani di Dusun Bontoa Desa Borongpalala yang tergabung di Kelompok Tani Pa’rampunganta mengaku lahan pertanian milik warga banyak terendam banjir sehingga tidak petani mengalami gagal tanam disebabkan karena bibit padi terendam banjir.
“Petani baru saja melakukan pembibitan, namun terendam banjir sehingga bibit rusak dan mati. Oleh sebab itu, kami meminta kepada penyuluh pertanian maupun pemerintah Kabupaten Gowa agar kiranya bisa memperhatikan kami juga yang terdampak dari banjir tersebut,” kata Daeng Ngawing kepada terkini.id, Selasa 11 Februari 2025 sore.
Menurut dia, bibit padi kira-kira baru berusia 2-3 pekan. Bibit padi sudah terendam banjir selama beberapa hari. Akibatnya bibit padi rusak tak bisa tumbuh lagi
“Karena bibit padi milik warga yang ditanam rusak, maka kami dari para petani tentu mengalami kerugian kasihan,” bener Daeng Ngawing.

Berbeda dengan warga yang ditemui di Tala-tala Desa Pattallassang Kecamatan Pattallassang Gowa, Daeng Tojeng mengaku gagal panen karena lahan persawahan miliknya dan petani lainnya juga banyak terendam.
“Akibat banjir yang merendam lahan pertanian warga hingga berdampak ke lahan persawahan kami. Kami petani gagal panen padahal padi sudah menguning. Kira-kira sekitar 2-3 pekan lagi sudah bisa panen,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
