Puncak Kemarau, Ratusan Hektare Sawah di Soppeng Terancam Puso

Sungai dan salah satu sawah di Soppeng yang kering akibat kemarau.(terkini.id/farel heril)
Sungai dan salah satu sawah di Soppeng yang kering akibat kemarau.(terkini.id/farel heril)

Terkini.id, Soppeng – Puncak kemarau tengah berlangsung di bulan ini, Agustus 2019.

Akibat kemarau itu, ratusan hektare sawah di kabupaten Soppeng terancam Puso.

Pasalnya, saluran irigasi dan sungai sudah kering.

Hal tersebut diungkap salah seorang petani kecamatan Ganra Samsu Rijal.

Rijal mengatakan, produksi padi saat ini sudah mamasuki tahap panen akan tetapi akibat kemarau sejumlah sawah terancam puso.

“Untuk tahun ini panen jauh dari harapan kami,bisa-bisa sawah kita terancam puso,” katanya.

Pemerintah juga sudah meminjamkan pompa air akan tetapi hal tersebut tidak berpengaruh besar dari panen yang di harpakan para petani.

“Terlebih lagi, embung-embung yang dibangun Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng sudah tidak efektif,” katanya.

“Embung-embung yang dibangun pemerintah tidak efektif, karena air dari embung tersebut cuma digunakan untuk campuran pupuk dan racun hama,” katanya.

Dia berharap agar pemerintah Kabupaten Soppeng lebih banyak membangun sumur bor ketimbang embung-embung.

“Karena pada saat kemarau, sumur bor dianggap bisa lebih membantu petani,” katanya.

“Kami harap pemerintah memperbanyak sumur bor, karena petani yang memiliki sumur bor bisa menyelamatkan padinya,” jelasnya

Aktivis HMI Achmad Radinal juga meminta agar pemerintah soppeng menjawab keluhan petani dan tidak mengabaikan para petani.

“Pemerintah harusnya cepat tanggap terkait ini,” katanya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini