Bikin Sedih, Komnas Perempuan Akui Mendiang Novia Pernah Kirim Surat Aduan, Tapi…

Bikin Sedih, Komnas Perempuan Akui Mendiang Novia Pernah Kirim Surat Aduan, Tapi…

R
Dzul Fiqram Nur
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Komisi Nasional (Komnas) Perempuan memberikan pengakuan bahwa ternyata mendiang Novia Widyasari pernah mengirim surat aduan ke lembaganya.

Ya, menurut pengakuan Komnas Perempuan, surat aduan tersebut sudah dikirim sejak Agustus 2021 lalu.

Namun, pihak Komnas Perempuan baru bisa melakukan komunikasi dengan Novia pada bulan November kemarin.

Katanya, mendiang Novia kala itu membuat aduan terkait kekerasan seksual yang ia alami.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah.

Baca Juga

“Betul, korban (Novia Widyasari) melaporkan ke Komnas Perempuan pada Agustus. Tapi kami baru bisa berkomunikasi dengan korban pada November,” jelas Siti, dilansir Hopsid, Senin, 6 Desember 2021.

Siti kemudian menjelaskan, pihaknya lalu melakukan komunikasi pada bulan November melalui WhatsApp.

Namun, pihaknya tak langsung mendapat respons, kemudian Novia merinci kronologi kekerasan seksual yang ia alami.

“Kami bisa berkomunikasi dengan korban pada november. Kami menghubungi korban sesuai SOP kami melalui WA belum direspons,” ungkap Siti.

“Kemudian ada respons yang memberikan informasi kronologi yang ia alami, kemudian kami bisa berkomunikasi lewat telepon itu di bulan November,” tutur Siti.

Lalu, setelah mendengar penuturan korban, kata Siti, Novia disimpulkan memang butuh yang namanya pendampingan konseling serta mediasi dengan keluarga pelaku.

Tak sampai di situ, Siti menjelaskan bahwa Novia kemudian mengirimkan surat ke Komnas Perempuan. Isi surat itu adalah terkait dengan kekerasan seksual yang dia alami.

“Melalui komunikasi itu korban memang mengirimkan surat ke Komnas Perempuan, isinya tentang berbagai bentuk kekerasan yang ia alami sejak-sejak tahun secara kronologis dan di situ korban menyampaikan secara detail apa yang dialaminya,” papar Siti.

Setelah disimpulkan butuh pendampingan konseling, Komnas Perempuan lantas merujuk Novia Widyasari ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Mojokerto.

Dijelaskan lagi, Novia sempat mendapat dua kali sesi konseling dengan P2TP2A Mojokerto di bulan November.

Namun, belum sesi selanjutnya dilaksanakan, Novia sudah meninggal dunia di samping pusara ayahnya dengan cara bunuh diri menenggak minuman bercampur sianida.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.