BKIPM Ekspor 11 Ton Komoditi Perikanan Lewat Pesawat Udara

BKIPM Ekspor 11 Ton Komoditi Perikanan Lewat Pesawat Udara

Isak Pasabuan
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Makassar bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Propinsi Sulsel dan PT. Garuda Indonesia Tbk mengekspor langsung komoditi perikanan melalui pesawat udara (Direct Flight) dengan tujuan Hongkong.

Sebanyak 11 ton dan 1.838 ekor dari 9 perusahaan eksportir mengirim melalui Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar. Jenis komoditi yang diekspor berupa ikan kerapu hidup.

Kepala Pusat Karantina Ikan BKIPM, Riza Priyatna  mengatakan, tujuan utama ekspor komoditi perikanan ke Hongkong ini adalah untuk meningkatkan daya saing ekspor produk perikanan dari Sulsel ke negara tujuan dan mendukung kebijakan pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di sektor kelautan dan perikanan.

Selain itu, manfaat dari direct fight ekspor ini adalah menumbuhkembangkan ekonomi perikanan di wilayah Sulsel.

“Adanya efisiensi biaya operasional eksportir karena dapat memangkas biaya operasional sampai dengan 50 persen, menjaga dan mempertahankan kualitas komoditas perikanan dan menurunkan tingkat kematian ikan yang diekspor karena waktu tempuh lebih singkat,” kata Riza saat wawancara, Sabtu 30 Oktober 2021.

Baca Juga

Riza menjelaskan, Sulsel merupakan salah satu provinsi dengan produksi perikanan yang sangat besar. Selain itu dapat menjadi pusat ekspor komoditi perikanan di wilayah Timur Indonesia.

Data ekspor komoditi perikanan tahun 2021 sampai bulan September 2021 disebut menunjukkan volume ekspor komoditi perikanan dari Sulsel tujuan Hongkong sebesar 529 ton dengan nilai komoditi Sebesar Rp20,3 milyar.

“Berbagai jenis komoditi perikanan diekspor dari Sulawesi Selatan ke Hongkong, Ikan hidup (Ikan kerapu, udang mantis, kepiting bakau), ikan non hidup (kerapu segar, tenggiri, layur, sirip Ikan hiu, teripang dan perut ikan),” jelasnya.

Riza berharap melalui program direct flight ini bisa memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih besar lagi kedepannya. 

“BKIPM sebagai salah satu unit eselon satu Kementerian Kelautan dan Perikanan yang melaksanakan Program penjaminan kesehatan ikan serta mutu dan keamanan  hasil perikanan berupaya memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada pelaku Sulawesi Selatan demi peningkatan perekonomian melalui peningkatan ekspor komoditi perikanan,” terangnya.

Selama masa pandemi yang berlangsung sekitar dua tahun terakhir, ekspor komoditi perikanan disebut tidak mengalami masalah, justru mengalami peningkatan sekitar 30 persen, utamanya pada ekspor melalui laut.

Dimana dua negara yang disebut Riza sebagai ekspor terbesar yaitu Cina dan Amerika Serikat.

“Sejak awal pandemi sampai pada hari ini justru frekuensi ekspor perikanan itu meningkat. Cina adalah yang nomor satu, terus nomor dua Amerika Serikat,” bebernya.

Kedepan, Reza berharap, komoditasnya tidak mati agar kegiatan ekspor tetap berjalan. Selain itu, ia juga berharap nantinya pelaku UMKM bisa terlibat langsung dalam proses ini, bukan hanya memasok melainkan menjadi pelaku ekspor langsung.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.