Terkini.id, Jakarta – Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) kembali menggelar wawancara teknis kandidat Insinyur Profesional Madya (IPM) lewat Virtual pada Jumat, 14 Agustus 2020.
Majelis uji Kompetensi (MUK) yang diberikan mandat untuk sesi wawancara kali ini antara lain, Ir. Andi Taufan Marimba, IPU., Ir. Wahyu Hendrastomo, IPU., dan Ir. Habibie Razak, IPU., ASEAN Eng., ACPE.
Sepuluh kandidat yang diwawancara bekerja di berbagai sektor baik sebagai konsultan, kontraktor maupun Insinyur yang bekerja di sisi pemilik proyek.
Dari 10 kandidat, tiga kandidat bekerja di salah satu perusahaan BUMN terkemuka dan mempresentasekan proyek-proyek konstruksi yang mereka kerjakan seperti konstruksi jalan, bendungan dan high rise buildings.
“Persatuan Insinyur Indonesia sebagai otoritas keinsinyuran diberikan mandat untuk mensertifikasi para Insinyur Indonesia dan juga Insinyur asing yang berpraktik keinsinyuran di Indonesia,” ujar Ir. Habibie Razak.

- May Day 2026 di Makassar Disiapkan Meriah, Wali Kota Munafri: Harus Jadi Momentum Kebahagiaan Buruh
- Desa Cantik, Data Berkualitas, Jeneponto Menuju Kemajuan Berbasis Informasi
- ATR/BPN Perkuat Kanal Pengaduan Digital, Dorong Transparansi Layanan Publik
- Membentuk Jejaran Harapan Masa Depan Petani, Jalan Rabat Beton TMMD ke-128 Makin Nyata
- Bupati Syaharuddin Alrif Luncurkan Desa Binaan MUI, Perkuat Akidah hingga Ekonomi Warga Sidrap
Saat ini, kata Habibie, PII sudah memiliki lebih dari 30 ribu anggota dan sekitar 15 ribu di antaranya sudah mendapatkan gelar Insinyur Profesional.
“Badan Kejuruan Sipil PII adalah BK yang memiliki anggota paling banyak hingga saat ini yakni sekitar 7000 anggota,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
