Black Rice Hasil Usaha Poktan Sipatokkong Bone Manfaatkan Medsos untuk Promosi, Dikenal Hingga ke Afrika

Mahasiswa Polbangtan Gowa Packing Beras Hitam

Nasi adalah makanan pokok orang Indonesia. Yang umum jadi konsumsi adalah nasi putih. Selain harganya lebih murah, patut diakui rasanya memang lebih enak akibat kandungan gula yang terdapat di dalamnya.

Tetapi sesungguhnya, banyak kandungan gula,  beras putih yang biasa kita konsumsi memiliki kandungan serat paling sedikit dibandingkan jenis beras lain.

Ini yang menjadi alasan Kelompok Tani Sipatokkong, Kecamatan Tanete Riattang, Kab. Bone untuk menanam Black Rice/Beras Hitam, selain itu beras ini masih tergolong langka tapi kaya akan manfaat, ujar Husni Mubarak, Ketua Poktan Sipatokkong. (19/05).

Manfaatnya banyak karena tinggi kandungan oksidan, protein, vitamin, mineral hingga sangat baik untuk melindungi jantung, melancarkan pencernaan. Tentunya sangat baik untuk mencegah dan mengobati diabetes, ujarnya berpromosi.

Black Rice ini sangat di sarankan bagi yang mempunyai penyakit diabetes dan juga anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Black Rice tidak jauh berbeda dengan padi biasa yang kita konsumsi pada umumnya. Perbedaannya hanya terletak pada warna berasnya. Black Rice ini juga dapat di tanam disemua musim.

Baca juga:

Untuk menciptakan inovasi terbaru poktan bersama penyuluh di BPP sangat berperan aktif dalam pengolahan black rice ini. Cara menanamnya pun sama dengan padi biasa jenis pupuk yang digunakan juga sama. Setelah panen padi di olah menjadi beras lalu dikemas dan dijual seharga Rp.20.000/kilo.       “Luas lahan penanaman Black Rice ini untuk keseluruhan poktan adalah 25 Hektar.

Untuk pemasarannya kita selain menunggu pembeli langsung. Kami juga menggunakan sistem jual online. Kami promosikan black rice ini secara online dan alhamdulillah Black rice produksi kami sudah dikenal sampai ke afrika. Para pejabat pun langsung terjun untuk membeli Black Rice ini, ujar pak Husni.

Penyuluh BPP melalui gerakan Kostratani wajib menggenjot produksi yang ada diwilayah kerjanya. Peran penyuluh sangat penting dalam membimbing petani agar bisa menghasikan produksi dengan baik. Bagaimana menerapkan Good Agriculture Practices (GAP), menggunakan pupuk berimbang, serta mekanisasi pertanian dan pengendalian hama dan penyakit secara ramah lingkungan.

Kementerian Pertanian sendiri telah mengeluarkan surat edaran sekjen. Kementerian Pertanian No1056/SE/RC 10/03/2020 tentang strategi dalam pencegahan dan perlindungan Covid-19. Pertama, penyediaan bahan pangan pokok utamanya beras dan jagug bagi 267 juta masyarakat Indonesia. Kedua, percepatan ekspor komoditas strategis dalam mendukung keberlanjutan ekonomi.

Ketiga, sosialisasi kepada petani dan petugas lapangan (PPL dan POPT) untuk pencegahan berkembangnya virus corona sebagaimana standar WHO dan pemerintah. Keempat,pembuatan dan pengembangan pasar tani disetiap provinsi, optimasi pangan lokal, koordinasi infrastruktur logistik, dan e-marketing dan kelima, program kegiatan padat karya agar sasaran pembangunan pertanian dicapai dan masyarakat langsung menerima dana tunai.

Menteri pertanian, Syahrul Yasin Limpo (YSL) selalu menegaskan bahwa sector pertanianlah yang mampu menjadi penguat bangsa menghadapi pandemi  ini, karena selain menyediakan pangan bagi 267 juta masyarakat, pertanian juga sebagai penyerap tenaga kerja, bahan baku Industri dan menjaga stabilitas negara RI.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi saat jumpa pers di Kantor pusat kementan, mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi besar untuk sektor pertanian. Adanya wabah ini justru pertanian harus makin digenjot karena masyarakat sangat membutuhkan pangan yang sehat. (Sumber: Bella Febriani)

Komentar

Rekomendasi

STIE Nobel Indonesia Bakal Gelar Serial Webinar Kewirausahaan

Mahasiswa dan Petani Panen Jagung di Gowa, Bukti Aktfitas Pertanian Tidak Berhenti, Stok Pangan Terjaga

Masa LFH dimanfaatkan Mahasiswa Polbangtan bersama Petani Laksanakan Kegiatan “Mangubbu Padi”

Mahasiswa Polbangtan Manfaatkan Kegiatan Pendampingan Petani untuk Mengasah Keterampilan dan Keahlian Lapangan

Di Masa Pandemi, Mahasiswa Turut Andil Menjaga Ketersediaan Pangan. Masa LFH Aktif Bantu Petani

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar