Mahasiswa Manfaatkan “Waktu Belajar dari Rumah” untuk Tingkatkan Produksi Jagung Petani

Mahasiswa Polbangtan Gowa Bantu Petani Jagung

Kebutuhan jagung untuk pangan, industri dan pakan terus meningkat seiring dengan peningkatan penduduk. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, diperlukan perawatan serta memenuhi kebutuhan nutrisi dari tanaman jagung untuk peningkatan produktivitas.

 

Maka dari itu, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa hadir dan turut andil dengan kegiatan pendampingan mahasiswa selama masa darurat pandemi covid 19. Pendampingan mahasiswa ini merupakan kegiatan mahasiswa untuk belajar praktis pada kelompok tani Nirannuang yang diharapkan menjadi sarana penerapan keterampilan dan keahlian mahasiswa serta meningkatkan produktivitas tanaman jagung.

 

Mahasiswa Polbangtan Gowa, Abdul Rahman melakukan pendampingan pemupukan Jagung Hibrida Super Bisi-18 Di Desa Pakatto Kecematan Bontomarannu Kabupaten Gowa bersama Kelompok Tani Nirannuang. (Rabu 20/5/2020)

Menarik untuk Anda:

 

“Kami melakukan pendampingan bersama petani, salah satunya dengan membantu petani dalam pemupukan jagung hibrida dengan varietas benih “Super Hibrida BISI-18”.

 

Pemupukan pertama dilakukan pada saat 7 hari setelah tanam dengan komposisi Urea 200Kg/Ha; SP36 150Kg/Ha; KCL 100Kg/Ha. Selanjutnya pemupukan kedua pada saat usia jagung 21 hari setelah tanam, dengan komposisi Urea 200Kg/Ha. Dan pemupukan ketiga setelah jagung berusia 30-40 hari setelah tanam dengan komposisi Urea 200Kg/Ha.” ujar Abdul Rahman.

Pendampingan yang dilakukan mahasiswa merupakan upaya khusus pertanian dalam masa pandemi COVID-19 sebagai wujud untuk memberikan motivasi terhadap para petani yang berada lokasi untuk lebih rutin dalam merawat dan memelihara tanaman jagung.

Kegiatan ini terjadi karna sesuai arahan kementerian pertanian untuk seluruh mahasiswa Polbangtan Gowa harus ikut andil dalam mengawal tetap tersedianya pangan dimasa pandemi Covid 19 ini.

Peran pemuda khususnya dalam menggenjot ketersediaan pangan memang sangat dibutuhkan ditengah pandemi Covid-19 ini. Adanya pandemic Covid-19 tidak serta membuat kegiatan  pertanian  berhenti. Aktivitas pertanian harus berlanjut. Pertanian sebagai gerbang terdepan penyedia stok pangan nasional tetap semangat berproduksi.

Sesuai arahan Mentan SYL, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi berhenti. Begitu pula kegiatan olah tanah, olah tanam hingga panen oleh petani harus tetap berlangsung  di tengah pandemi global Covid-19.

Hal ini sejalan dengan permintaan Presiden Joko Widodo bahwa pertanian tetap harus terus berproduksi. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi pun mengatakan ini di berbagai kesempatan.

Pandemi Covid-19 menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu yang tetap harus bergerak, selain sektor kesehatan. Karenanya, ayo berjuang terus karena ketersediaan pangan di masyarakat adalah tanggung jawab kita,” jelas Dedi. “Jangan lupa untuk tetap perhatikan protokol penanganan covid 19 di lapangan,” imbuh Dedi. (ONO).

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kabar Baik Unhas Loloskan 113 PKM, Peringkat Ketiga se Indonesia

FK Unhas Gelar Kuliah Umum Forensik Online

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar