Terkini.id, Surabaya – Presiden Joko Widodo membuka Rapat Koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) se-Indonesia di Jatim Expo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 2 Februari 2019.
Pembukaan ditandai dengan dipukulnya kentongan oleh Presiden Jokowi dan Kepala BNPB Letjen Doni Monardo.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Taufiek Rachman mengatakan, Presiden Jokowi dalam sambutannya mengatakan bahwa Rakornas Penanggulangan Bencana ini merupakan forum yang strategis dalam membicarakan kebencanaan.
“Presiden menekankan pentingnya sistem peringatan dini bencana, mengingat Indonesia berada dalam daerah rawan bencana,” katanya.
Sistem peringatan dini tetap harus melibatkan para akademisi dan pakar kebencanaan untuk meneliti titik-titik rawan bencana.
- Dampak Banjir dan Longsor, 16 Desa di Luwu Masih Terisolir dan Jadi Perhatian BNPB
- BNPB Bantu Tiga Alat Transportasi Udara untuk Salurkan Bantuan dan Evakuasi Korban Bencana di Sulsel
- Pemkot Makassar Terima Dana Siap Pakai Rp 350 Juta dari BNPB
- BNPB Beri Bantuan Rp 350 Juta untuk Kota Makassar
- BNPB Salurkan Bantuan Rp500 Juta ke Pempov Sulsel, Untuk Penanggulangan Bencana
“Presiden berharap rakornas ini menghasilkan konsep dan sistem penanggulangan bencana yang dapat segera diimplementasikan. Nantinya BNPB dapat mensosialisasikan peringatan dini bencana ini kepada masyarakat,” ungkap Taufiek.
Rencana reforestry DAS dan sub DAS Jeneberang
Lanjut Taufiek, rakornas ini juga menjadi ajang konsolidasi BNPB ke BPBD, kementerian atau lembaga serta pemangku kepentingan di Indonesia untuk menjabarkan kebijakan nasional penanggulangan bencana.
“Salah satu tujuan rakornas ini untuk melakukan pendalaman kebijakan nasional penanggulangan bencana, terlebih setelah begitu masifnya kejadian bencana di Indonesia setahun terakhir,” katanya.
Selain itu, koordinasi dan konsolidasi kekuatan di saat tidak terjadi bencana mutlak dilakukan. Agar saat terjadi bencana, rencana yang disusun dapat langsung diaktivasi untuk penanganan darurat yang terpadu.
“Di saat yang sama, kerja cepat dan terkoordinasi untuk tata ruang yang berbasis mitigasi bencana lintas instansi dan kewenangan juga harus dilakukan,” tuturnya.
Dia menambahkan, dalam rakornas ini, pemerintah pusat melalui BNPB dan Kementerian PUPR memaparkan tentang rencana pelaksanaan reforestry (penghijauan kembali) DAS dan sub DAS Jeneberang, serta alokasi anggaran untuk bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa pasca banjir dan longsor akhir Januari lalu.
“Pemaparan ini tentunya juga akan memberi kontribusi positif dalam upaya pencegahan dan mitigasi banjir di Kota Makassar,” kata Taufiek di sela-sela acara pembukaan rakornas.
Rakornas BNPB 2019 ini bertema “Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita” dihadiri 3500 peserta dan tamu undangan mulai dari gubernur, bupati, wali kota, Bappeda, Ketua Komisi VIII DPR RI, Kepala BPBD se-Indonesia, hingga para Kapolda.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar Taufiek Rachman bersama Sekretaris Khaeruddin, Kepala Bidang Kedarutan dan Logistik Ilham Taufan dan Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Maharuddin turut hadir pada acara tahunan BNPB ini.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
