Bom Bunuh Diri ISIS Tewaskan 13 Tentara Amerika, Biden: Kami Buru, Tak akan Memaafkan!

Bom Bunuh Diri ISIS Tewaskan 13 Tentara Amerika, Biden: Kami Buru, Tak akan Memaafkan!

Effendy Wongso
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Kabul – Bom bunuh diri ISIS tewaskan 13 tentara Amerika, Biden: kami buru, tak akan memaafkan! Pengebom bunuh diri ISIS menyerang kerumunan orang yang berkumpul pada Kamis 26 Agustus 2021 di luar bandara Kabul, yang berharap dapat melarikan diri dari Afghanistan yang dikuasai Taliban.

Dalam insiden tersebut, puluhan warga tewas termasuk 13 tentara Amerika Serikat (AS).

Menyusul aksi terorisme di Ibu Kota Kabul, Afghanistan tersebut, Presiden AS Joe Biden bersumpah untuk memburu mereka yang bertanggung jawab.

Taliban mengatakan dua ledakan itu menewaskan antara 13 dan 20 orang. Seorang pejabat kesehatan di pemerintahan sebelumnya mengatakan, jumlah korban bisa meningkat menjadi 60 orang.

Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, yang menambah lebih banyak kekecewaan dan putus asa warga terhadap upaya evakuasi yang dipimpin AS.

Baca Juga

Seperti diketahui, sejak Taliban merebut kekuasaan dengan merebut Ibu Kota Kabul pada Minggu 15 Agustus 2021, militer AS memimpin evakuasi terhadap orang-orang yang ingin keluar dari Afghanistan.

Ledakan-ledakan bom bunuh diri itu terjadi di luar bandara Hamid Karzai itu terjadi ketika mendekati ambang batas waktu 31 Agustus 2021 bagi penarikan pasukan AS dan sekutu Barat lainnya.

Sejauh ini, seperti dilansir AFP via Today, Jumat 27 Agustus 2021, militer AS telah mengevakuasi hampir 100 ribu orang.

Dengan krisis di Afghanistan yang mengguncang pemerintahannya, Joe Biden yang jelas terguncang pergi ke depan kamera TV untuk berbicara kepada orang-orang Amerika setelah korban tewas satu hari terburuk bagi militer AS di Afghanistan sejak 2021.

Ia mengatakan, tentara AS yang tewas dalam ledakan bandara Kabul adalah pahlawan, dan bersumpah untuk menangkap mereka yang berada di balik serangan itu.

“Kami tidak akan memaafkan. Kami tidak akan melupakan. Kami akan memburu Anda dan membuat Anda membayar,” tegas Joe Biden.

Pihaknya mengatakan, dua ledakan di dekat bandara Kabul dilakukan ISIS. Kendati demikian, Joe Biden menegaskan upaya evakuasi warga akan tetap dilanjutkan dan berakhir sesuai jadwal pada akhir Agustus 2021 mendatang.

Saat ditanya seorang reporter, apakah Joe Biden bertanggung jawab atas kematian pasukan AS yang terbunuh pada Kamis 26 Agustus 2021 kemarin, ia dengan tegas menjawab bertanggung jawab.

“Saya bertanggung jawab secara mendasar atas semua yang terjadi (di Afghanistan) akhir-akhir ini,” katanya.

Serangan itu menandai eskalasi mematikan dari kisruh yang berlangsung di bandara Hamid Karzai, Kabul.

Keberadaan pasukan asing pimpinan AS guna mengevakuasi warga yang ingin keluar dari Afghanistan diklaim satu-satunya wilayah yang masih berada di bawah kendali asing, setelah Taliban kembali berkuasa pada 15 Agustus 2021 lalu.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan kepada AFP, Jumat 27 Agustus 2021, sekitar 13 hingga 20 orang tewas, dan 52 terluka dalam ledakan beruntun sebanyak dua kali. Sementara itu, rumah sakit Kabul melaporkan enam tewas dan 90 lainnya terluka.

Seorang pejabat kesehatan di pemerintahan pra-Taliban mengatakan, jumlah korban tewas bisa meningkat menjadi 60 orang. Akan tetapi, mereka belum dapat mengonfirmasi secara detail angka korban.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.