Wilayah Sulawesi dan Maluku, kata Suci, memiliki potensi ekonomi yang beragam sehingga pendekatan berbasis potensi lokal penting untuk memastikan keterampilan yang diberikan dapat diterapkan dan menghasilkan pendapatan.
“Wilayah Sulawesi Maluku memiliki potensi ekonomi yang sangat beragam. Karena itu, pendekatan pemberdayaan harus disesuaikan dengan potensi lokal agar keterampilan yang diperoleh benar-benar dapat dimanfaatkan untuk menciptakan sumber penghasilan. Kami juga terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, perbankan, komunitas, dan seluruh stakeholder terkait,” jelasnya.
Suci berharap PEKA tidak hanya mampu menciptakan penerima manfaat yang mandiri, tetapi juga melahirkan wirausaha baru yang pada akhirnya dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat di sekitarnya.
“Inilah makna Value Beyond Protection. Perlindungan tidak selesai ketika santunan dibayarkan. Kami ingin terus hadir mendampingi mereka untuk bangkit, berdaya, dan mandiri. Harapannya, penerima manfaat yang hari ini kita berdayakan kelak tidak hanya mampu menopang keluarganya sendiri, tetapi juga tumbuh menjadi pelaku usaha yang membuka kesempatan kerja bagi orang lain,” tutup Suci.
Dengan PEKA, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan bahwa jaminan sosial bukan hanya tentang memberikan perlindungan ketika risiko terjadi, tetapi juga tentang memastikan pekerja dan keluarganya memiliki kesempatan untuk bangkit, produktif, dan membangun masa depan yang lebih mandiri.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
