BPJS Ketenagakerjaan Dorong 1.426 Penerima Manfaat PEKA Beralih dari Konsumtif ke Produktif

BPJS Ketenagakerjaan Dorong 1.426 Penerima Manfaat PEKA Beralih dari Konsumtif ke Produktif

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Sebanyak 1.426 penerima manfaat mengikuti rangkaian PEKA yang digelar serentak di 45 titik di Indonesia.

Pelatihan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan peserta dan potensi ekonomi di masing-masing daerah.

Materinya antara lain peningkatan kompetensi, kewirausahaan, digital marketing dan content creator, kuliner atau tata boga, kerajinan, florist, barista, laundry, make up, menjahit, reseller, serta berbagai jenis usaha lainnya.

Pelaksanaan PEKA juga mengedepankan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, komunitas, serta mitra strategis lainnya.

“Harapannya kegiatan ini benar-benar menjadi kegiatan bersama. Karena itu kami berkolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, komunitas, dan ekosistem lainnya untuk bersama-sama memberdayakan ekonomi dan kemandirian para penerima manfaat. Bahkan, kita berharap nantinya mereka juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru,” kata Saiful.

Baca Juga

BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku Perkuat Pemberdayaan

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku, Suci Rahmad, mengatakan semangat PEKA menjadi bagian penting dalam memastikan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan memberikan dampak berkelanjutan bagi pekerja dan keluarganya.

Menurut Suci, santunan merupakan bagian penting dari perlindungan. Namun, penerima manfaat dan ahli waris juga membutuhkan pendampingan agar manfaat tersebut dapat dikelola sebagai modal untuk membangun kembali kemandirian ekonomi keluarga.

“Kami ingin manfaat yang diterima tidak berhenti untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi dapat menjadi bekal bagi penerima manfaat dan ahli waris untuk kembali produktif. Melalui PEKA, mereka didorong untuk memiliki keterampilan, keberanian memulai usaha, serta kemampuan mengembangkan sumber penghasilan yang berkelanjutan,” ujar Suci.

Ia menambahkan, setiap daerah memiliki karakteristik dan potensi ekonomi yang berbeda. Karena itu, pola pemberdayaan harus disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat serta peluang usaha yang tersedia di wilayah masing-masing.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.