Terkini.id, Jakarta – Meskipun belum ada informasi resmi dari Arab Saudi, Kementerian Agama (Kemenag) memilih untuk membatalkan keberangkatan jemaah Indonesia untuk ibadah haji 1442 Hijriah/2021 Masehi.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam konferensi persnya yang disiarkan secara daring, Kamis 3 Juni 2021.
“Menetapkan pembatalan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriah atau 2021 Masehi bagi warga negara Indonesia yang menggunakan kuota haji Indonesia dan kuota haji lainnya,” kata Yaqut dikutip dari kompascom.
Sebelumnya, Yaqut juga mengatakan sampai Rabu 2 Juni 2021, pemerintah belum mendapatkan kepastian soal pelaksanaan ibadah haji.
Adapun batas waktu penutupan bandara Arab Saudi yakni pada 14 Juli 2021.
- Minta Stop Sebar Hoaks, Menag Yaqut Tegas Sebut Haji 2021 Hanya untuk Warga Domestik
- Sindir Rocky Gerung, Politisi PDIP: Manusia Gak Punya Agama Sok Komentari Ibadah Haji
- Sindir Rocky Gerung, Dewi Tanjung: Manusia Gak Punya Agama Sok Komentari Haji
- Ramai Soal Pembatalan Haji, Dubes Arab Saudi Datangi Kantor MUI
- Kritik Pemerintah, Partai Ummat: Kenapa di Era Jokowi Lebih Mesra ke Cina?
Sebelumnya, Konsul Haji dan Umroh KJRI Jeddah Endang Jumali telah mengatakan, hingga saat ini Pemerintah Arab Saudi belum mengumumkan teknis operasional dan mekanisme penyelenggaraan ibadah haji di tengah pandemi.
“Sampai saat ini kami belum mendapat informasi dan belum ada informasi dari Pemerintah Arab Saudi terkait masalah kuota ataupun teknis operasional lainnya untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021,” kata Endang kepada Kompas.com, Kamis 3 Juni 2021.
Kendati belum ada kepastian, Pemerintah Indonesia sebelumnya terus melakukan persiapan.
Namun, masih ada beberapa hal yang belum bisa sepenuhnya difinalisasi, misalnya terkait kontrak penerbangan, pelunasan down-payment dan penyiapan dokumen perjalanan.
Kemudian penyiapan petugas, pelaksanaan bimbingan manasik, dan sebagainya.
“Yang semuanya baru bisa diselesaikan apabila besaran kuota haji secara resmi kita terima dari pemerintah Arab Saudi,” ucapnya.
“Demikian pula halnya dengan penyiapan layanan akomodasi konsumsi dan transportasi darat jemaah haji di Arab,” kata Yaqut.
Pemerintah Arab Saudi sebelumnya juga telah melonggarkan aturan masuk ke negara itu terkait upaya mencegah penularan Covid-19.
Namun, hanya 11 negara yang dicabut larangan pembatasannya. Indonesia tidak termasuk ke dalam daftar negara itu.
Adapun sebelas negara itu adalah Uni Emirat Arab, Jerman, Amerika Serikat, Irlandia, Italia, Portugal, Inggris, Swedia, Swiss, Perancis, dan Jepang.
Menurut otoritas kesehatan Arab Saudi atau Saudi Public Health Authority (PHA), warga negara dari negara-negara tersebut dibolehkan masuk ke Arab Saudi karena dinilai telah menunjukkan stabilitas dalam menahan Covid-19.
Meskipun larangan masuk telah dicabut, tetapi para pelancong masih memerlukan prosedur karantina.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
