Brorivai Center: KPU Tidak Peduli Isu Maritim

Brorivai Center: KPU Tidak Peduli Isu Maritim

Terkini.id, Jakarta – Jadwal dan tema Debat Pilpres 2019, Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno sudah di keluarkan KPU. Sayangnya, rencana debat itu yang akan selama lima kali ditayangkan secara live di TVRI, TVOne, Kompas TV, Trans7 hingga SCTV, tidak peduli dan buta dengan “isu maritim” yang kini sebagai icon dan kebanggaan Indonesia.

Reaksi ini muncul dari berbagai kalangan, khususnya bagi komunitas penstudi stratejik dan maritim nasional. Salah satu pemikir stratejik maritim dari Universitas Pertahanan, Dr. Abdul Rivai Ras merasa kecewa atas agenda debat yang dikeluarkan KPU yang tidak peduli dengan isu penting maritim itu.

Menurut Rivai, debat kandidat Pilpres 2019 merupakan ajang adu program dan kebijakan yang akan dilakukan jika terpilih sebagai presiden dan wakil presiden kelak, dan salah satu sektor stratejik penting milik bangsa yang disepakati sesuai Deklarasi Djuanda adalah isu maritim yang kini menjadi icon pembangunan nasional.

“Wah, KPU kurang sensitif dan tidak peduli dengan maritim, padahal isu ini kasatmata menjadi program yang kita impikan di masa depan, sesuai icon pembangunan dan karakter geografis bangsa Indonesia,” ungkap Rivai di sela-sela diskusi rutin di kantor R&R Network Brorivai Center Jakarta, Minggu, 6 Januari 2019.

Baca :BRC Gelar Table Talk, Isu Politik dan Ekonomi Jadi Perhatian

Ia menambahkan bahwa, sektor maritim menjadi mutlak di debatkan karena sudah menjadi komitmen nasional dan menjadi tumpuan dan lumbung ekonomi yang menjanjikan di masa depan.

Bukan sebaliknya, KPU sebagai penyelenggara pemilu justru mengabaikan kodrat dan mengaburkan kebanggaan bangsa ini yang notabene wilayahnya dikelilingi 2/3 lautan dari total luas yurisdiksi nasional.

“Patut semua pasangan Capres mempunyai visi maritim, karena kita adalah negara kepulauan yang diakui dunia dan segera menuju sebagai negara maritim. Tinggal kita melihat penjelasan atas penajaman dan prioritas yang akan dibangun dan diperjuangkan dalam dimensi sektor maritim ini,” tegasnya.

Setidaknya ada lima kelompok isu yang akan jadi tema debat capres; pertama, seputar isu hukum di Indonesia terkait penegakan hukum, hak asasi manusia, korupsi, serta terorisme.

Kedua, isu sumber daya alam, energi dan pangan, lingkungan hidup, serta infrastruktur. Ketiga, isu pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, serta sosial dan budaya.

Sementara yang keempat, fokus pada isu pemerintahan, seperti ideologi, pemerintah, pertahanan dan keamanan serta internasional. Kelima, mencakup isu ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, perdagangan, serta industri.

Baca :Krisis Makanan, Bagaimana Ketahanan Pangan Kita?

“Bagi Capres Jokowi, saatnya perlu menjelaskan hasil-hasil pembangunan maritimnya dengan segala permasalahan yang dihadapi terkait konsep Poros Martin Dunia. Demikian halnya bagi Capres Prabowo-Sandi, perlu mengklarifikasi visi maritimnya dan konsep tujuh langkah strategis mendongkrak ekonomi yang kini beredar luas di publik, yang mana tidak menyebut satupun kata maritim,” tutup Founder Brorivai Center ini.

Berita Terkait