Bukan Cuma LGBT, Ini Pelanggaran yang Bisa Dihukum Rajam di Brunei

Terkini.id, Makassar – Brunei Darussalam terus melanjutkan proses hukum pidana syariah Islam untuk para pelaku seks menyimpang seperti homoseksual di negeri tersebut.

Bahkan, aturan tersebut juga berlaku untuk para non-muslim yang tinggal di Brunei.

Hukumannya pun tidak main-main, karena pelaku LGBT yang dianggap menyimpang, bisa dikenai hukum rajam.

Untuk diketahui, merupakan hukuman mati yang dilakukan dengan menyiksa pelanggara hukum. Caranya dengan dilempari batu hingga mati.

Hukum pidana rajam tersebut banyak dikecam sejumlah negara, karena dianggap melanggara HAM.

George Clooney, salah seorang seorang selebriti misalnya menyerukan boikot untuk hotel mewah milik Brunei.

Dilansir BBC, Clooney menjelaskan bahwa Hotel Dorchester Collection yang ada di AS, Inggris, Prancis dan Italia, yang dimiliki oleh Badan Investasi Brunei, sebaiknya dihindari oleh mereka yang menentang langkah itu.

Seperti diketahui, Raja Brunei, Sultan Hassanal Bolkiah menguasai Badan Investasi Brunei, yang mengelola sejumlah hotel terbaik di dunia, termasuk Dorchester di London dan Hotel Beverly Hills di Los Angeles.

Tidak Peduli

Meskipun banyak mendapat tentangan, Brunei tetap kukuh seolah tidak peduli dengan semua kecaman.

Penerapan hukum pidana syariah Islam di negeri tersebut sebenarnya telah diumumkan dalam upacara resmi kerajaan pada 2014 silam.

Hanya saja, penerapannya dilakukan secara bertahap, mulai dari yang paling ringan hingga keseluruhan.

Tahap pertama dan kedua mencakup hukuman penjara atau denda untuk pelanggaran-pelanggaran seperti tidak menunaikan salat Jumat dan hamil di luar nikah.

Tahap ketiga yang dilaksanakan pada 3 April 2019, yakni memuat hukuman yang lebih berat, antara lain hukuman mati dengan cara rajam untuk tindak pidana kejahatan perzinaan, sodomi, penistaan Islam, menghina Alquran dan Nabi Muhammad SAW.

Bukan cuma itu, pencuri juga akan dihukum dengan cara diamputasi salah satu tangan untuk tindak kejahatan pertama, dan diamputasi salah satu kaki untuk kejahatan kedua.

Berita Terkait
Komentar
Terkini