Bupati Kembali Serahkan BLT dan Bantuan lainnya di Kecamatan Mangarabombang

Terkini.id, Takalar – Bupati Takalar kembali menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan bantuan lain untuk membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini sekaligus sebagai upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 

Kali ini penyerahan bantuan diberikan di Desa Banggae, Desa Lengkese, dan Desa Bontomanai Kecamatan Mangarabombang.  

Di Desa Banggae, bantuan yang diberikan berupa BLT sebanyak 150 Kepala Keluarga dari 4 Dusun. Selain itu, bantuan alat service elektronik 1 paket, mesin pompa 40 air pertanian unit, handsprayer 21 unit, alat pertukangan batu untuk 10 orang, alat pertukangan kayu 4 orang, dan bantuan sapi yang telah tersalur selama tahun 2020 sebanyak 30 ekor.

Baca Juga: Warga Pingsan Saat Antre BLT Minyak Goreng, Netizen: BLT Gak...

“Bantuan ini secara kontiniu dari tahun-tahun sebelumnya kita bagikan untuk masyarakat. Termasuk didalamnya pembagian sapi sebagai bentuk dukungan kita kepada Pemerintah kabupaten untuk mensejahterakan masyarakat,” kata Kades Banggae Muh. Saleh Tata. 

Sementara itu di Desa Lengkese, bantuan yang diberikan berupa handsprayer 12 unit, hand push seeder 14 unit, bor listrik  2 buah, gurinda 9 buah, dan alat serut 2 unit.  Di Desa Bontomanai bantuan yang diberikan handsprayer 55 unit, alat tanam padi  35 unit, 17 unit gurinda, 17 unit alat bor pertukangan kayu, 3 set alat perbengkelan. 

Baca Juga: Presiden Jokowi Terus Bagikan BLT Minyak Goreng, Netizen Minta Turunkan...

Bupati Takalar usai memberikan bantuan pada ketiga lokasi yang berbeda yakni di Kantor Desa Banggae, Kantor Desa Lengkese, dan Kantor Desa Bontomanai berpesan agar bantuan yang diberikan dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan pendapatan dan memperbaiki gizi keluarga. 

“Ini bukti bahwa pemerintah melayani masyarakat dengan baik, dan ini bukti bahwa Kepala Desa mendukung pelaksaan sekaligus sinkronisasi RPJMD dengan baik. Pesan saya bantuan BLT ini dipergunakan dengan baik. Dipergunakan untuk membeli beras, lauk dan kebutuhan pokok agar kebutuhan gizi terpenuhi,” pungkasnya. 

Ketiga Desa tersebut juga mendapatkan jatah pembagian sapi milik Pemerintah indukan untuk dikembangbiakkan dan menerapkan sistem perguliran setelah sapi tersebut beranak.

Bagikan