Terkini.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo dinilai plin-plan soal pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT). Pasalnya Jokowi pernah mengatakan BLT tidak mendidik masyarakat.
Hal itu diungkapkan politis Demokrat, Yan Harahap. Dengan tegas ia mengatakan, Jokowi sekarang ibarat menjilat ludah sendiri.
“Kalimat yang sempat terucap. Kini… ibarat, ‘menjilat ludah sendiri.’ Jokowi Nilai Program BLT tak Mendidik Masyarakat,” ujar Yan Harahap melalui akun Twitternya @YanHarahap pada Minggu 3 April 2022.
Pada 2012 silam, Jokowi memang sempat mengatakan bahwa program bantuan langsung tunai yang merupakan kompensasi untuk masyarakat miskin atas kebijakan penaikan harga bahan bakar minyak, dinilai tidak mendidik dan semestinya diberikan cara-cara yang lebih tepat.
“Pemberian bantuan langsung sebenarnya sudah tepat, tetapi tunainya ini yang kurang pas, karena kurang mendidik masyarakat.”
- Truk Minyak Goreng Terguling Depan UNM, Warga Makassar Berebut
- IKA Smansa Makassar Gelar Pasar Murah, Rp50 Ribu Dapat Beras 5 Kg, Gula Pasir 1 Kg, dan Minyak Goreng 1 Liter
- Sidang Perkara Minyak Goreng di KPPU Masuk Tahap Akhir, Periksa 27 Terlapor
- Mengatasi Harga Minyak Goreng Tinggi di Makassar, Sandiaga Uno Bakal Kolaborasi Kementerian Terkait
- Antisipasi Penimbun, Distributor Minyak Goreng Batasi Jumlah Pembelian
“Semestinya bantuan itu tidak begitu saja diberikan berupa uang tunai, tetapi akan lebih baik diberikan yang sifatnya produktif, sehingga bisa menggerakkan perekonomian di daerah,” ujarnya dikutip dari Republika.co.id.
Ia mengatakan cara-cara lain dalam memberikan bantuan itu seperti pemberian modal usaha kepada kelompok-kelompok usaha kecil.
“Ya BLT itu kalau diberikan uang sebentar saja habis dan tidak ada bekasnya. Hal ini menurut pendapat saya dalam pemberian bantuan tersebut. ya kalau pemerintah pusat akan tetap memberikan bantuan secara langsung silahkan saja,” ujar Jokowi yang saat itu masih menjabat sebagai Wali Kota Surakarta.
Namun baru ini, Jokowi mengatakan bahwa Pemerintah memutuskan memberikan bantuan langsung tunai kepada 20,5 juta keluarga. Pemberian tersebut dinamakan BLT minyak goreng yang akan dikonversi dalam bentuk uang sebesar Rp 300 ribu.
“Bantuan itu akan diberikan kepada 20,5 juta keluarga yang termasuk dalam daftar Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) dan Program Keluarga Harapan (PKH), serta 2,5 juta PKL yang berjualan makanan gorengan,” ucap Jokowi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
