Terkini.id, Jakarta – Mantan Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengomentari soal pernyataan Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun yang mengancam akan menurunkan presiden saat ini jika kondisi negara sudah darurat.
Ferdinand Hutahaean lewat cuitannya di Twitter, Senin 15 Februari 2021, menilai ancaman Cak Nun tersebut juga sudah kerap dilontarkan Habib Rizieq Shihab.
Namun, kata Ferdinand, ancaman mereka itu hanya sebatas omongan yang tak kunjung menjadi kenyataan.
“Omongan begini sudah biasa keluar dari Cak Nun dan Rizieq Sihab, tapi cuma sebatas kata-kata yang tak pernah bisa diwujudkan,” cuit Ferdinand Hutahaean.
Ferdinand pun menilai, ancaman Cak Nun tersebut tak perlu ditanggapi melainkan cukup ditertawakan saja.
- DPRD Makassar Soroti Pentingnya Akta Kematian dalam Validitas Data Pemilih
- Pendaftaran Pangkalan LPG 3 Kg Gratis, Pertamina Sulawesi Tegaskan Isu Berbayar Hoaks
- Ketua DPRD Sulsel Ikuti Retret Nasional, Asah Visi Kepemimpinan
- Hadiri Sosialisasi Jamsostek, Wakil Bupati Sidrap Dorong Perlindungan Pekerja Penggilingan Padi
- BTIIG Raih Penghargaan Gubernur Sulteng Atas Kontribusi Pendapatan Daerah
“Biarlah mulutnya berkoar-koar, tak perlu kita tanggapi serius, cukup tertawakan saja,” tuturnya.
Sebelumnya, Budayawan Emha Ainun Nadjib atau akrab disapa Cak Nun mengancam akan menurunkan presiden saat ini jika negara sudah dalam kondisi darurat.
Ancaman terkait presiden tersebut diungkapkan Cak Nun lewat videonya yang tayang di kanal Youtube Ayo Berbagi Ilmu seperti dilihat pada Senin 15 Februari 2021.
Dalam video itu, awalnya Cak Nun mengaku bahwa dulunya ia yang membuat Soeharto turun dari jabatannya sebagai presiden kala itu.
“Saya ini sebenarnya tidak percaya dengan Indonesia, tapi Anda jangan marah. Saya yang bikin turun Pak Harto. Saya yang ngomongin Pak Harto secara pribadi, dan saya ingin melakukan itu lagi pada suatu hari,” kata Cak Nun.
Ia pun mengaku akan melakukan hal serupa kepada presiden saat ini jika negara sudah dalam kondisi darurat.
“Kalau negara sudah darurat, saya akan turunkan (presiden) lagi,” tegas Cendekiawan Muslim ini.
Dalam tayangan video berjudul ‘Hancurnya Indonesia Dimulai Rezim Ini’ tersebut, Cak Nun juga mengaku kerap berseberangan dengan pemerintah.
Namun, kata Cak Nun, perbedaan itu bukan membuatnya benci melainkan menuntutnya untuk cinta dan peduli.
“Pikiran saya berbeda mengenai Indonesia, saya punya cara berpikir yang berbeda dengan semuanya. But, I love you. Berbeda tidak masalah, dan saya tidak akan masalah, tidak akan memaksakan kehendakmu,” ungkapnya.
Menurut Cak Nun, jika harus bicara jujur ia sejatinya tak setuju dengan konsep NKRI saat ini. Bahkan, dia juga mengaku tak setuju dengan sistem dan pemimpin negaranya.
“Saya hari ini tidak setuju dengan NKRI, presidennya saya juga tidak setuju, sistemnya juga tidak setuju, but I love you,” ujar Cak Nun.
Mengutip Hops.id, Cak Nun dalam video tersebut juga mengungkapkan bahwa dirinya telah membuat sejumlah teori atau gambaran ideal untuk memajukan negara.
Kendati demikian, menurut Cak Nun, Indonesia tidak membutuhkan jasanya sehingga dirinya lebih memilih diam.
“Saya punya teori macem-macem, banyak sekali. Tapi karena Indonesia enggak butuh saya, ya saya diam saja. But I love you, dari jauh aku tetap mencintaimu,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
