PA 212 Siap Tangani KKB Papua, Ferdinand: Mulut Melampaui Kemampuan

PA 212 Siap Tangani KKB Papua, Ferdinand: Mulut Melampaui Kemampuan

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Mantan Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengomentari pernyataan Humas Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin yang mengaku siap membantu pemerintah tangani kelompok teror KKB Papua.

Ferdinand Hutahaean lewat cuitannya di Twitter, Senin 26 April 2021, menilai pernyataan yang keluar dari mulut pihak PA 212 terkait KKB Papua tersebut melampaui kemampuan mereka sendiri.

“Tidak paham tentang situasi kondisi dan dampak resiko kebijakan, dan mulutnya pun berkomentar melampaui kemampuannya,” cuit Ferdinand Hutahaean.

Menurutnya, Novel Bamukmin seolah-olah menganggap KKB Papua seperti menghabisi preman.

“Dia pikir seperti preman habisi preman lain,” ujar Ferdinand.

Baca Juga

Ia pun menegaskan ke Novel bahwa pemerintah harus berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan untuk menangani konflik di Papua tersebut.

Pasalnya, kata Ferdinand, apabila pemerintah salah mengambil kebijakan maka wilayah Papua bisa lepas dari NKRI.

“Brur, saya kasitau dikit, kebijakan menangani Papua ini salah dikit, Papua ini akan lepas,” tuturnya.

Sebelumnya, Koordinator Humas PA 212 Novel Bamukmin mengaku siap membantu pemerintah menangani kelompok teror KKB Papua yang akhir-akhir ini semakin meresahkan masyarakat.

KKB Papua diketahui telah melakukan aksi teror secara berturut-turut. Mulai dari menembaki warga sipil hingga aparat keamanan.

Terkait hal itu, Novel Bamukmin menawarkan bantuan kepada pemerintah apabila tak mampu menangani kelompok separatis itu.

Ia mengatakan, PA 212 hanya meminta agar pemerintah memberikan alat perang kepada pihaknya untuk menangani KKB Papua.

“Kalau tidak mampu (pemerintah) berikan saja alat perang itu kepada kami,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.