Cara Tiongkok Membangun Ekonomi

PRABOWO meminta Jokowi belajar ke china bagaimana mengurangi kemiskinan. Kalaulah Prabowo memahami bagaimana Tiongkok membangun negeri dan mengurangi kemiskinan, tentu cera kampanye Prabowo aka beda sekali.

Mengapa? Mari saya jelaskan secara sederhana bagaimana Tiongkok atau China membangun ekonominya.

Ketika china melakukan reformasi ekonomi, maka ada dua pilihan.

Pilihan pertama adalah menggunakan kekuatan modal untuk mendistribusikan kemakmuran bagi rakyat.

Pilihan kedua adalah mendistribusikan peluang usaha untuk orang terpacu bekerja. Kalau China menentukan pilihan pertama maka China akan tergantung dengan asing untuk mendapatkan modal. Konsekuensi nya adalah China masuk jebakan Debt.
Kalau China memilih yang kedua maka china harus masuk pasar bebas. Pilihan pertama dan kedua bukanlah pilihan mudah. Karena keduanya ada resiko.
Kedua pilihan itu memang ada teorinya. Pilihan pertama memaksa China menerapkan ekonomi sosialis terkendali atau mengikuti ekonomi Rostow.

Tetapi kalau mengikuti pilihan kedua maka ekonomi china adalah kapitalis liberal seperti teori friedman.

Lantas apa pilihan China? Deng yang ketika itu memimpin China paska Mao adalah seorang sarjana kimia. Mungkin saja latar belakang pendidikannya yang ahli kimia, dia lebih memilih yang kedua. Yaitu ekonomi kapitalis liberal yang menurutnya sesuai dengan chemistry orang China, yang mandiri dan struggle individu yang kuat.

Untuk memenuhi syarat atas pilihan kedua itu, China menutup ribuan BUMN dan BUMD lewat privatisasi secara tertutup dan terbuka.

Mereformasi anggaran dengan memangkas lebih dari separuh PNS. Mengapa ? Agar fungsi birokrasi tidak lagi sepenuhnya menguasai sistem negara namun menjadi pelayan. Akan tetapi hak kontrol negara tetap ada lewat regulasi.

China juga melengkapi dengan pengadaan infrastruktur ekonomi dan SDM. Dari mana dananya? Ya memangkas semua belanja sosial terhadap rakyat. Agar prasyarat pasar bebas dapat terlaksana dengan jaminan efisiensi logistik sistem antar wilayah.
Mengapa? Syarat utama pasar bebas adalah efisiensi untuk unggul dalam persaingan global. Juga china melakukan investasi dibidang pendidikan agar dapat melahirkan generasi masa depan yang kuat menghadapi pasar bebas. Dengan focus terhadap pilihan kedua itu maka lambat namun pasti arus investasi asing masuk ke china seperti air bah selama beberapa dekade.

Mungkin anda tahu produk Apple smart Phone. Sekitar 80% produksi Apple dibuat di lima Pabrik di china yang menampung angkatan kerja 10 juta orang termsuk supply chain nya.

Juga Samsung, lebih separuh produksi Samsung di buat di pabrik yang ada di China.

Bahkan perusahaan produsen pesawat terbang Airbus sebagian besar supply chain nya berasal dari China. Belum lagi otomotive berbagai merek seperti Audi, Mercy, Honda dibuat 80% suply chain nya dari china.

Belum lagi industri farmasi sampai ke industri Kimia produksi massal nya dihasilkan oleh pabrik di China. Dari segi laba memang sebagian besar masuk ke negera asing sebagai pemegang merek dan modal namun nilai tambah sosial kembali ke China dalam bentuk tumbuh berkembangnya dunia usaha dan penyerapan angkatan kerja.

Kini China masuk sebagai negara dengan kekuatan ekonomi dunia. Mengalahkan Jepang dan Eropa, bahkan dari sisi penyerapan angkatan kerja dan daya tahan moneter mengalahkan Amerika. Mengapa? Ketika negara lain sibuk menumpuk laba di bank, China terus bekerja mengembangkan kemampuan daya saing dengan riset supply chain agar semakin besar ketergantungan investor asing terhadap China. Dari kebijakan ini China mampu unggul dalam persaingan global.

Apa yang dilakukan China adalah kebijakan ekonomi yang berorientasi kepada produksi dan menjadikan pasar bebas untuk rakyat terpacu bersaing secara terhormat.

Kebijakan China adalah penerapan ekonomi kapitalis namun China mengkoreksi sifat rakus kapitalis lewat pengendalian uang.

Artinya, orientasi China dalam membangun bukanlah kapitalis secara murni tetapi tetap lebih kepada sosialis liberal.

Itulah yang kini diterapkan oleh Jokowi. Bahwa uang memang penting namun bagaimanapun tujuannya harus berfungsi sosial. Itulah ekonomi attitude atas dasar budaya dan agama.

Bahwa kemandirian adalah keniscayaan untuk mendapatkan kehormatan dihadapan manusia dan diridhoi Tuhan. Kerja adalah kata kuncinya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

Jokowi Tunjuk Prabowo Jadi Menteri Pertahanan

Terkini.id, Jakarta - Pertanyaan tentang mantan Rival Jokowi, yakni Prabowo Subianto bakal menjadi menteri pertahanan di kabinet kerja jilid II terjawab sudah.Prabowo yang merupakan