Kebakaran di Kantor Disdik Kota Makassar menambah lapisan kompleksitas. Server Dapodik yang terbakar menjadi sorotan utama, mengingat pentingnya data yang tersimpan di dalamnya. Banyak pihak menduga bahwa kebakaran ini bukan sekadar insiden biasa.
Jika benar ada sabotase, ini menandakan adanya kepentingan tertentu yang ingin mengaburkan fakta terkait pengelolaan data pendidikan di Makassar. Padahal, transparansi dan akuntabilitas adalah hal mutlak dalam sistem pendidikan.
Menanti Aksi Nyata
Kini, bola panas berada di tangan pemerintah daerah dan Kemdikbud. Dua ribu siswa yang tak terdata Dapodik tidak hanya soal angka, tetapi menyangkut masa depan ribuan anak. Ketidakmampuan pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini akan berdampak buruk, tidak hanya bagi siswa tetapi juga citra pendidikan di Makassar.
Kendati Wali Kota Danny Pomanto telah menunjukkan perhatian serius. Namun, solusi konkrit yang melibatkan audit sistem Dapodik, penegakan hukum atas kebakaran, hingga peningkatan kapasitas pengelolaan data di Disdik Makassar menjadi agenda mendesak yang tak bisa ditunda lagi.
Makassar kini menunggu, apakah pemerintah kota mampu menjawab tantangan besar ini atau justru terjebak dalam labirin masalah birokrasi tanpa ujung.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
