Terkini.id, Makassar – Pemanasan Global kembali menjadi topik hangat baru-baru ini. Hal ini terjadi setalah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa tahun 2019 merupakan tahun yang mengalami suhu terpanas sejak tahun 2015.
Dikutip dari AFP, iklim periode ini diperkirakan naik 1,1 derajat Celcius di atas era pra-industri (1850-1900) dan 0,2 derajat Celcius lebih hangat sejak 2011-2015.
Pemanasan global sendiri didefinisikan sebagai peristiwa meningkatnya suhu rata-rata pada lapisan atmosfer dan permukaan bumi.
Mungkin terdengar sederhana, namun dampak yang ditimbulkan tentu sangat besar, terlebih lagi hal ini berlangsung terus menerus tanpa adanya suatu usaha bersama untuk mengatasi.
Bergerak dari masalah itu Dompet Dhuafa Sulsel bersama PT PLN (Persero) Regional Sulawesi berbagi bibit pohon produktif.
- Danny Pomanto Sebut Air di Makassar Naik 1,4 Meter Tahun 2050: Ancaman Nyata Pemanasan Global
- Kembali Sambangi Paus Fransiskus di Vatikan, Arsjad Rasjid: Dunia Butuh Aksi Nyata Perangi Pemanasan Global
- Astronot Sedih Lihat Kondisi Bumi dari Luar Angkasa, Apa Kabar Bumi?
- Selain Indonesia, Inilah Tujuh Negara Penyumbang Emisi Karbon di Dunia
- Bill Gates Sebut COVID-19 Tidak Ada Apa-apanya Dibanding Pemanasan Global
Bibit pohon produktif ini diserahkan kepada Desperindag Sulsel yang diharapkan bisa membantu penghijauan kota sekaligus sebagai upaya mengurangi pemanasan global.
Sebanyak 675 bibit pohon produktif yang terdiri dari 225 bibit pohon mangga, 225 bibit pohon rambutan dan 225 bibit pohon durian montong disarahkan lansung di kantor Desperindag Sulsel, Jumat, 15 November 2019.
Penyerahan bibit pohon produktif ini menjelang tanggal 28 November yang berdasarkan keputusan presiden RI Nomor 24 Tahun 2008 yang ditetapkan sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia.
Citizen Reporter: Aswar Habir
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
