Cegah Virus Korona, Dua Maskapai Nasional Dilarang Terbangi Wuhan

Lion Air
Lion Air. (Foto: ist)

Terkini.id, Jakarta – Mengantisipasi kemungkinan masuknya wabah Virus Korona yang menyebabkan pneumonia melalui jalur penerbangan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia melarang penerbangan maskapai nasional dari dan ke kota Wuhan, China untuk sementara waktu.

Pelarangan ini merupakan tindaklanjut dari NOTAM G0108/20 yang diterbitkan oleh International Notam Office Beijing.

Diketahui ada dua maskapai penerbangan nasional yang memiliki rute penerbangan ke Kota Wuhan,  China yaitu maskapai Sriwijaya Air dan Lion Air.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti mengeluarkan surat edaran dengan nomor SE.001/DKP/I/2020 tanggal 20 Januari 2020. Surat tersebut memuat beberapa perintah kepada maskapai sebagai berikut:

1. Melengkapi Kartu general declaration (Gendec) untuk diberikan kepada petugas karantina kesehatan di bandara kedatangan;

Baca juga:

2. Melaporkan kepada petugas lalu lintas udara yang bertugas (oleh PIC) apabila terdapat orang/ penumpang yang diduga terpapar karena terjangkit di pesawat udara;

3. Memberikan kartu kewaspadaan kesehatan (alert card) sebelum kedatangan (untuk penerbangan yang berasal dari negara terjangkit) kepada penumpang, dan memastikan kepada penumpang untuk lapor kepada petugas apabila dirinya merasa ada kecurigaan tertular penyakit.

4. Memberikan pengumuman di dalam pesawat (on board) agar penumpang melaporkan kepada petugas KKP pada saat kedatangan bila berasal atau pernah singgah di negara terjangkit.

Komentar

Rekomendasi

THR PNS di DKI Jakarta Dipotong, Tapi TGUPP Tidak

New Normal, Menag Segera Umumkan Aturan Ibadah di Masjid

Bayi 36 Hari Sembuh dari Covid-19 Disambut Meriah Para Tim Medis

Tak Mau Anak Jadi Korban, Petisi Tolak Aktivitas Belajar di Sekolah Juli 2020 Muncul

Pria Ini Diramalkan Tawaf Sendirian di Kabah 20 Tahun Lalu, Kini Jadi Kenyataan

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar