Cek Fakta: Setelah Penculikan Ninoy, Novel Bamukmin FPI Jadi DPO Polisi?

Terkini.id, Jakarta – Peristiwa penculikan dan penganiayaan terhadap seorang relawan Jokowi, Ninoy Karundeng, membuat FPI sebagai salah satu pihak yang disoroti.

Hal itu lantaran salah satu anggota FPI, ikut ditangkap polisi terkait penculikan dan penganiayaan Ninoy.

Baru-baru ini, beredar postingan yang menyebutkan polisi juga memasukkan salah satu tokoh FPI yakni Novel Bamukmin dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kabar tersebut dengan melampirkan screenshot berita salah satu portal media online yang memberitakan poster Daftar Pencarian Orang (DPO) dari kepolisian.

Dipastikan Hoax

Postingan tersebut diketahui adalah hoax.

Dilansir dari laman turnbackhoax.id, faktanya poster itu adalah poster DPO pada tahun 2014 lalu terhadap Novel Bamukmin terkait kasus Demo Anarkis dan Sara.

Jika dikaitkan dengan pemberitaan terbaru di sejumlah media saat ini, Novel Bamukmin akan dipanggil pihak kepolisian sebagai saksi terkait penculikan Ninoy Karundeng.

Untuk diketahui, pada 2014 lalu, detik.com menerbitkan berita tentang Novel Bamukmin menjadi daftar pencarian orang setelah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus anarkisme radikalisme intoleran saat demo di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Saat itu, Novel dikenai delik pasal 214 ayat 1 dan 2 KUHP, pasal 170 ayat 1 dan 2 KUHP, serta pasal 160 dan pasal 406 Juncto 55 dengan ancaman penjara diatas 5 tahun.

Pada rabu (8/10/2014) sore, Novel Bamukmin mendatangi Polda Metro Jaya Terkait DPO tersebut dan sudah menjalani pemeriksaan.

Terlihat, poster DPO yang beredar pada tahun 2014 silam kembali disangkut pautkan dengan kasus terbaru yang menyeret nama Novel Bamukmin terkait penculikan serta penganiyayaan terhadap Ninoy Karundeng yang merupakan relawan Jokowi di Masjid Jami Al Falah, Pejompongan Jakarta Pusat pada 30 september 2019 lalu.

Klarifikasi Novel Bamukmin

Novel Bamukmin sebelumnya dipanggil Polda Metro Jaya sebagai saksi atas kasus penculikan dan penganiyayaan Ninoy Karundeng.

Kepada wartawan, Novel Bamukmin mengungkapkan bahwa dirinya tidak ada di tempat kejadian saat Ninoy Karundeng ditangkap.

“Berdasarkan apa penyidik memanggil saya sebagai saksi? Karena, saya tidak ada di tempat kejadian dan saya juga nggak tahu ada kegiatan itu saat Ninoy Karundeng ditangkap,” terang Novel.

Berdasarkan fakta tersebut, bisa disimpulkan bahwa poster DPO atas nama Novel Bamukmin adalah kejadian tahun 2014 dan bukan saat ini dengan kasus yang berbeda.

“Maka dari itu infromasi yang beredar masuk kedalam kategori Koneksi yang Salah karena tidak sesuai dengan fakta saat ini,” tulisnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

Luas Pulau Lanjukang Kota Makassar Terus Menyusut

Terkini.id, Makassar - Pulau Lanjukang, Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar memiliki pasir putih dan perairan yang bersih. Lautnya tenang dengan gradasi warna laut yang cantik.Sayangnya,
News

Begini Sosok JK di Mata Dokter Koboi

Terkini.id,Makassar - Inilah pandangan pemuda milenials Sulawesi Selatan yang juga berprofesi sebagai seorang dokter dan kerap disapa Dokter Koboi terhadap Wakil Presiden Republik Indonesia