Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik, Zaki Mubarak mengomentari pernyaraan Wkil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin soal niatnya maju di Pemilihan Presiden 2024
Seperti diketahui, Novel Bamukmin percaya bahwa dirinya bisa maju Pilpres 2024 tanpa dukungan dari partai politik.
Bagi Zaki, pernyataan-pernyataan Novel Bamukmin itu hanyalah sekedar lelucon yang muncul dalam proses berdemokrasi.
“Dalam berdemokrasi, hal lucu-lucu kayak gitu sering muncul,” ujarnya pada Senin, 16 Agustus 2021, dilansir dati GrnPI.co.
Bahkan, ia menilai bahwa hal-hal seperti justru perlu ada agar kondisi politik tidak selalu tegang
- PA 212 Tolak Konser Coldplay, Novel Bamukmin: Kalau Nekat, Kita Blokir Lokasi!
- PA 212 Laporkan Budi Dalton ke Polisi Usai Sebut 'Miras' Minuman Rasulullah
- Novel Bamukmin Sebut Islam Mengharamkan Wanita Jadi Presiden
- Novel Bamukmin Soroti Dugaan Kejahatan Heru Budi Hartono Ketika Ahok Jadi Gubernur
- Sikapi Pernyataan Habib Husin Soal KM 50, Wasekjen PA 212: Ungkapan Basi, Tidak Laku produkBuzzerRp!
“Ini bisa mengendorkan syaraf-syaraf politik,” ungkapnya.
Bukan hanyak sosok Novel Bamukmin, menurut Zaki, masih ada sosok lain yang juga dianggap menghibur dalam dunia politik.
Ia menyebutkan orang-orang seperti Ali Mochtar Ngabalin, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP); Ruhut Sitompul, politisi PDIP; hingga Ferdinand Hutahaen, mantan politikus Partai Demokrat.
“Biarkan mereka terus muncul untuk terus menghibur,” tutur Zaki.
Akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) menyebut ahwa kehadiran sosok-sosok ini sama halnya dengan polemik cebong versus kampret.
“Itu sekadar humor demokrasi. Jadi, alasan Pak Qodari yang mengatakan akan terjadi polarisasi dan konflik pada 2024, tidak usah dianggap serius,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
