Terkini.id, Jakarta – Agustiawan, seorang mahasiswa Yogyakarta asal Singkawang, Kalimantan Barat, sedianya akan berangkat ke Pontianak naik pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dari Jakarta pada Sabtu sore, 10 Januari 2020.
Namun, rencana itu dibatalkan setelah Agustiawan dihubungi ibunya, dan dilarang untuk pulang ke Pontianak. Rencananya, Agustiawan mau pulang untuk menjenguk ibunya yang sakit.
Berkat larangan sang ibunda, nyawa mahasiswa Jogja asal Singkawang, Kalimantan Barat tersebut selamat dari tragedi jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182 di Kepulauan Seribu, Sabtu 9 Januari 2021 petang.
Bersyukur, itulah yang kini terus dipanjatkan Agustiawan, mahasiswa Jogja yang nyaris ikut dalam penerbangan Sriwijaya Air SJ-182.
Agustiawan, pemuda asal Kota Singkawang mengaku dirinya berencana pulang ke Kalbar menggunakan maskapai Sriwijaya Air, Sabtu 9 Januari 2021.
- PSMTI Sulsel Ajak Publik Sikapi Polemik Cathlyn secara Bijak dan Bermartabat
- SPJM Kawal Verifikasi Stasiun Radio Boom Baru Tanjung Buyut, Perkuat Keselamatan Pelayaran
- Yayasan AHM Ajak Gen Z Kampanyekan Safety Riding Lewat Konten Kreatif
- PLN UID Sulselrabar Siagakan 73 Posko Kelistrikan dan 2.315 Personel, untuk Momen Idul Adha
- Asmo Sulsel Gelar Final Technical Skill Contest 2026, Uji Kompetensi Mekanik dan Service Advisor AHASS
Dia yang saat ini sedang kuliah di Yogyakarta, ingin pulang menjenguk ibunda yang sedang sakit.
Namun, kepulangannya dicegah sang bunda dan meminta Agus fokus saja Ujian Akhir Smester (UAS).
“Rencananya dari Jogja ke Jakarta terus berangkat ke Kalbar. Tapi Agus batalkan. Kalau misalkan tidak dibatalkan, Agus berangkat ke Kalbar tanggal 9 sore pakai Sriwijaya,” jelas Agus seperti dikutip dari Tribunpontianak.co.id, Sabtu 9 Januari 2020.
Dia pun sangat bersyukur dirinya tidak ikut dalam pesawat tersebut.
“Kamu gak usah pulang jenguk ibu, pikirkan saja ujian kuliahmu,” kata-kata ibunda masih terngiang dalam ingatannya.
“Bersyukur sekali, karena Allah masih berikan kesempatan untuk mengingat-Nya, Allah Maha Baik,” tutur Agus yang tiada henti memanjatkan rasa terima kasih pada ibunda dan syukur pada Allah SWT, masih diberikan keselamatan dan kesehatan.
Dia harapkan ada kabar baik dari para penumpang dan awak pesawat Sriwijaya Air yang kehilangan kontak.
Qariah Internasional Selamat Gegara Kesandung Syarat Rapid Test
Senasib dengan Agustiawan, Rachmawati juga bersyukur luput dari tragedi Sriwijaya Air yang kini masih belum ditemukan.
Rachmawati, warga Mempawah, Kalbar sejatinya adalah penumpang nahas itu.
Akan tetapi, karena masih menunggu hasil tes Covid-19 Swab PCR, menyelamatkan qoriah internasional asal Kalbar itu dari tragedy.
“Sebenarnya saya akan berangkat menggunakan pesawat tersebut.
Tetapi karena menunggu hasil PCR SWAB yang baru hari ini keluar, jadi batal ikut pesawat itu,” kata Hj Rachmawati warga Mempawah yang bertugas di Kemenag RI ini pada Sabtu (9/1/2021) dikonfirmasi Tribunpontianak.co.id melalui telepon.
Dikatakan, sudah menghubungi pihak travel untuk pesan tiket beberapa hari sebelumnya.
Tapi karena ke Pontianak harus pakai PCR SWAB harus menunggu sampai hasil keluar.
Mantan Qoriah Internasional era tahun 1985-1986 menjelaskan, hasil Swab baru di ketahui hasilnya pada Sabtu siang.
Sehingga keberangkatan pulang ke Pontianak menggunakan Pesawat Sriwijaya jadwal hari Sabtu dibatalkan.
“Karena PCR SWAB baru keluar tadi, akhirnya saya jadinya berangkat besok (Minggu) menggunakan pesawat air Asia,” ujar Rachamati.
Rachmawati bersyukur masih diberi umur panjang karena batal berangkat ikut pesawat naas itu.
“Tadi banyak yang telepon juga, anak dan saudara yang di Mempawah dan Sambas, karena beredarnya nama penumpang, yang tertera ada nama saya.
Pihak keluarga juga sebenarnya sudah tahu kalau saya rencana pulang hari ini,”katanya.
Pegawai Kemenag RI ini pun turut mendoakan semoga almarhum dan almarhumah yang jadi korban kecelakaan pesawat semoga husnul khatimah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
