Cerita Warga Lolos dari Kerusuhan Wamena: Saya Diselamatkan Warga Papua yang Baik

Cerita Warga Lolos dari Kerusuhan Wamena: Saya Diselamatkan Warga Papua yang Baik

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Kerusuhan meletus di Wamena, pada 23 September 2019 lalu. Ribuan warga mengungsi. Sebagian terpaksa pulang ke kampung halamannya.

Tercatat, lebih dari 30 orang tewas dalam kerusuhan tersebut, yang rata-rata adalah pendatang di Papua.

Salah satu warga yang berhasil selamat, Qoim (30) menceritakan kondisi yang mencekam saat kerusuhan terjadi.

Pria yang sudah 6 tahun di Papua dan bekerja sebagai seorang pengojek sepeda motor tersebut sedang berada di rumah kontrakan saat demonstrasi berujung kerusuhan berlangsung, hari itu.

Dia berada di dalam kontrakan bersama temannya yang berjumlah 21 orang. Kebanyakan sesama tukang ojek.

“Waktu ada unjukrasa, kemudian polisi datang berhadap-hadapan. Lalu polisi mundur karena dilempar batu. Polisi mundur itu tepat di depan rumah (kontrakan) saya,” cerita dia seperti dilansir dari vivanews.com.

Tidak lama kemudian, massa mulai liar. Pintu kontrakannya digedor-gedor, yang di dalam kontrakan diminta keluar. Semua yang ada di dalam bertahan.

“Akhirnya kami menjebol atap bagian belakang dan naik, lalu meloncat dan lari keluar. Setelah itu lari dan ketemu Brimob. Kami dibawa ke Kodim,” ujar Qoim.

Ahmadi, korban satu kontrakan Qoim, menceritakan, setelah berhasil keluar dengan cara menjebol atap bagian belakang, dia dan teman-temannya pun berlarian ke arah belakang kontrakan, melewati rumah-rumah warga setempat.

“Beruntungnya, kami diberi lewat. Jadi, banyak juga orang Papua yang baik,” katanya.

Menginap semalam di Markas Kodim, mereka kemudian dibawa ke Bandara Wamena. Di sana, papar Qoim, sudah berkumpul puluhan ribu pendatang yang menanti giliran diangkut pesawat Hercules untuk pulang.

“Kami mendaftar di bandara, empat hari kemudian, hari Jumat (27 September 2019) kemudian baru naik pesawat,” tutur Qoim.

Dari Wamena, pengungsi dari Jatim kemudian terbang dan mampir di Timika, kemudian ke Makassar. Dari Makassar, sebagian diterbangkan ke Semarang, Jawa Tengah, sebagian langsung ke Surabaya, Jawa Timur.

Menurut penuturan pegawai Dinas Sosial Jatim, Novi, keempat puluh warga Jatim tersebut adalah gelombang pertama perantau yang tiba dari Papua.

Disebutkan, bus yang akan mengangkut pengungsi dari Papua itu sudah terparkir di halaman. Novi mengungkapkan, setelah istirahat sejenak, mereka langsung dipulangkan ke daerahnya masing-masing. “Langsung dipulangkan,” ujar Novi.

Warga Papua Usir Pendatang

Seperti diberitakan, kerusuhan horizontal pecah di Wamena, Papua, pada Senin, 23 September 2019. Warga asli daerah Papua dikabarkan menyerang dan mengusir warga pendatang.

Kerusuhan itu dikabarkan menelan puluhan korban jiwa dan luka-luka. Aparat Kepolisian RI dan TNI masih berupaya untuk mengendalikan situasi di sana.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.