China Balas Sanksi Pejabat AS, Gedung Putih: Tak Terpengaruh Politik Balas Dendam Itu!

Terkini.id, Washington – China balas sanksi pejabat AS, Gedung Putih: tak terpengaruh politik balas dendam itu! Pemerintah China menjatuhkan sanksi kepada sejumlah individu dan organisasi Amerika Serikat (AS).

Langkah Negeri Tirai Bambu itu diduga kuat sebagai pembalasan dan upaya tanggapan atas sejumlah sanksi terbaru yang dijatuhkan AS terhadap beberapa pejabat China di Hongkong.

Di antara individu Washington yang dijatuhi sanksi Beijing, salah satunya adalah mantan Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross.

Baca Juga: China Waspada, Varian Delta Menyerang Munculkan Wabah Baru Corona

Sanksi balasan itu datang beberapa hari sebelum Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman akan mengunjungi China, seperti dilansir dari BBC via kompas.com, Sabtu 24 Juli 2021.

Pada Jumat 23 Juli 2021, Kementerian Luar Negeri China menyatakan sanksi terbaru yang dijatuhkan Negeri Paman Sam itu dirancang untuk menodai lingkungan bisnis Hongkong.

Baca Juga: Ade Armando: Lewat Kebijakan PPKM, China Hendak Lumpuhkan Ekonomi Indonesia

Kementerian itu menambahkan, sanksi yang dijatuhkan AS melanggar hukum internasional dan norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional.

Setelah mengeluarkan kecaman tersebut, Kementerian Luar Negeri China mengatakan pihaknya akan menjatuhkan sanksi pada tujuh individu dan entitas AS, termasuk Ross.

Ross merupakan Menteri Perdagangan AS di bawah pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump. Ketika menjabat, ia menambah daftar perusahaan yang tidak dapat berdagang dengan perusahaan AS tanpa lisensi sebelumnya, termasuk raksasa telekomunikasi China seperti Huawei dan ZTE.

Baca Juga: Ade Armando: Lewat Kebijakan PPKM, China Hendak Lumpuhkan Ekonomi Indonesia

Individu lain yang diberi sanksi pemerintah China termasuk Direktur Human Rights Watch China Sophie Richardson, Ketua Komisi Peninjauan Ekonomi dan Keamanan AS-China Carolyn Bartholomew, dan Adam King dari International Republican Institute.

Sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengungkapkan kepada wartawan, AS tidak terpengaruh ‘politik’ balas dendam dari China itu.

“Tindakan ini adalah contoh terbaru tentang bagaimana Beijing menghukum warga negara, perusahaan, dan organisasi masyarakat sipil sebagai cara untuk mengirim sinyal politik,” beber Psaki.

Sebelumnya, AS menjatuhkan sanksi kepada beberapa pejabat China di Hongkong lantaran dianggp berperan dalam tindakan keras di negara kota itu.

Selain itu, Washington juga memperingatkan komunitas bisnisnya atas meningkatnya risiko beroperasi di Hongkong.

Pada 2020 lalu, China menerapkan Undang-undang Keamanan Nasional di Hongkong sebagai tanggapan atas aksi demonstrasi pro demokrasi besar-besaran.

Undang-undang tersebut memberikan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup bagi upaya pemisahan diri, subversi, dan kolusi dengan pasukan asing.

Kala itu, hubungan antara Beijing dan Washington juga menjadi semakin tegang di bawah pemerintahan Trump.

Akhir pekan ini, Sherman akan melakukan perjalanan ke China sebagai upaya untuk memperbaiki hubungan antara Washington dan Beijing yang memburuk.

Kunjungan tersebut akan menjadi kunjungan resmi yang dilakukan pejabat AS paling senior ke China di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden.

Bagikan