Corona di Amerika Meroket 1.000 Persen, Ini Ultimatum Joe Biden ke Warganya

Corona di Amerika Meroket 1.000 Persen, Ini Ultimatum Joe Biden ke Warganya

Effendy Wongso
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Washington – Corona di Amerika meroket 1.000 persen, ini ultimatum Joe Biden ke warganya. Pandemi Covid-19 sama sekali belum berakhir. Euforia Negeri Paman Sam belum lama ini saat merayakan pelepasan masker, kini dibikin khawatir atas meledaknya varian baru Delta.

Kini, kasus Covid-19 di Amerika Serikat (AS) kembali meledak dan mencetak rekor penularan. Menindaklanjuti hal tersebut, Presiden AS Joe Biden kembali menggemakan mandat penggunaan masker terutama untuk anak-anak sekolah.

Sebagaimana disyaratkan Departemen Kesehatan AS, anak-anak memang semakin rentan terkena Covid-19 setelah munculnya varian Delta. Joe Biden bahkan memberikan peringatan bagi masyarakat yang menolak penggunaan masker.

Melalui pernyataan terbarunya, iamenegaskan tak segan mengambil jalur hukum bagi semua intimidasi yang dibuat.

Penolakan datang dari sekelompok warga yang mengancam dokter dan perawat. Penolakan ini juga mengikuti langkah lawan politik Biden, seperti Gubernur Florida dan Texas dari partai oposisi, Partai Republik, yang menolak rekomendasi penggunaan masker. Biden, sama seperti Presiden AS sebelumnya Barack Obama, berasal dari Partai Demokrat.

Baca Juga

“Sayangnya beberapa politisi mencoba mengubah langkah-langkah keamanan publik, yaitu anak-anak yang mengenakan masker di sekolah, menjadi perselisihan politik untuk keuntungan politik mereka sendiri,” tegas Joe Biden, seperti dikutip dari AFP via CNBCIndonesia, Minggu 22 Agustus 2021.

Menurutnya, intimidasi dan ancaman yang ada di seluruh negeri adalah hal yang salah, serta hal tersebut tidak bisa diterima.

“Jika Anda tidak akan melawan Covid-19, setidaknya menyingkirlah dari orang lain yang mencoba (melawannya),” imbuh Joe Biden.

Ia juga menegaskan, akan mempercepat suntikan booster untuk orang dewasa pada September 2021 mendatang. Langkah ini diambil untuk melawan virus corona varian Delta yang lebih mudah menyebar.

“Tidak ada waktu untuk lengah,” tegas Biden, mendesak setiap orang Amerika berusia 18 tahun ke atas untuk mendapatkan vaksin booster delapan bulan setelah divaksinasi sepenuhnya.

Joe Biden menegaskan, jika suntikan booster akan meningkatkan respons kekebalan sehingga meningkatkan perlindungan dari Covid-19. Menurutnya, hal itu adalah cara terbaik untuk melindungi diri dari varian baru yang muncul.

“Ini akan membuat Anda lebih aman, dan lebih lama, dan itu akan membantu kita mengakhiri pandemi lebih cepat,” katanya.

Saat ini evaluasi masih dilakukan Food and Drug Administration (FDA), serupa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) AS. Rencananya, vaksin booster akan tersedia mulai minggu 20 September 2021.

Kasus positif Covid-19 di AS memang terbilang tinggi saat ini. Bahkan, rata-rata infeksi mingguan mengalami kenaikan seribu persen bila dibandingkan Juni 2021 lalu.

Berdasarkan data interaktif Covid-19 milik New York Times, pada akhir Juni lalu rata-rata kasus infeksi di negara liberal itu masih berada di level 11 ribuan per minggunya. Namun, saat ini rata-rata infeksi mingguan telah mencapai 141 ribu kasus per harinya.

AS bagian selatan menjadi pusat wabah. Dengan jumlah kasus aktif terbanyak ada di California dan Florida. Keterisian rumah sakit (RS) juga dilaporkan meningkat hingga 70 persen saat ini. Bahkan di beberapa daerah, seperti Alabama dan Hawaii, peringatan kritis juga mulai digaungkan.

Mengutip Worldometers, AS mencatatkan kasus baru sebanyak 151.108 kasus dengan jumlah kasus kematian mencapai 1.059 kematian.

Secara total, AS masih memimpin kasus terbanyak di dunia mencapai 38.398.596 kasus dengan kematian mencapai 644.281 kasus.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.