Corona Tak Pandang Bulu, Mahfud: Harta dan Jabatan Tak Ada Gunanya, Sakit Tetap Antre di RS

Corona Tak Pandang Bulu, Mahfud: Harta dan Jabatan Tak Ada Gunanya, Sakit Tetap Antre di RS

FR
Fitrianna R

Penulis

Terkini.id, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD mengatakan bahwa pandemi Corona tak pandang bulu dan bisa menyerang seluruh lapisan masyarakat.

Untuk itu, menurutnya, harta dan jabatan tak lagi ada gunanya karena ketika sakit, tetap harus mengantre di rumah sakit.

Ia menyampaikan bahwa korban dari keganasan virus ini mulai dari orang kecil, orang besar (pejabat), tokoh agama, kiai, dokter, ilmuwan, dan elemen masyarakat lainnya.

“Nah, sekarang harta, jabatan, dan sebagainya, ndak ada gunanya karena sekarang sudah pada antre di rumah sakit ndak dapat tempat,” ujar Mahfud saat menghadiri silaturahimi virtual dengan alim ulama, pengasuh pondok pesantren, ormas Islam, dan pimpinan lembaga keagamaan se-Jawa Barat, Minggu kemarin, dikutip terkini.id dari Okezone pada Senin, 26 Juli 2021.

“Hartanya banyak mau bayar paling mahal ndak bisa. Ini sudah ditempati orang rumah sakit, begitu banyak orang.”

Baca Juga

Jika seseorang memiliki harta banyak dan ingin mendapatkan perawatan di luar negeri juga tidak bisa.

Pasalnya, seluruh negara di berbagai belahan dunia memberlakukan pengetatan keluar masuk orang atau ditutup.

“Banyak uang mau ke luar negeri ndak bisa berobat ke luar negeri. Kalau dulu orang punya uang, mau ke Jerman, Amerika, Singapura, tinggal milih. Sekarang ndak bisa, di sana ditutup, di sini penuh. Oleh sebab itu, ini tinggal kebersamaan kita.”

Ketika awal pandemi Covid-19, Mahfud berujar masih banyak orang tidak percaya dengan virus ini. Alhasil orang pun enggan untuk mengikuti testing dan ditracing.

Namun, kini tidak bisa dimungkiri wabah itu memang nyata, bahkan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit pun penuh.

“Kita dulu, saya ingat dulu Bapak Ridwan Kamil dan kita semua pada Juli seperti ini tahun dulu ya, ya, ya berat, tapi dulu kita masih memburu-buru orang untuk mau diobati, untuk mau di tracing, semua pada lari, enggak percaya,” kenang Mahfud.

Saat ini, lanjutnya, kebersamaan sangat dibutuhkan untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Oleh karenanya, peran ulama, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat sangat penting dalam penanganan wabah Covid-19. 

“Dalam situasi pandemi di mana kita saat ini hadapi tantangan cukup berat, maka peran ulama dalam membangun kesadaran umat dan masyarakat sangat dibutuhkan,” tuturnya.

“Peran tokoh agama, masyarakat, adat, ormas, sangat diperlukan karena kita dituntut untuk bersatu,” tandas Mahfud.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.