CSIS: Kehadiran Grab Beri Kontribusi Besar Terhadap Ekonomi Indonesia

Grab
Centre for Internasional and Strategic Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics menyelenggarakan dialog publik, manfaat ekonomi digital dan kontribusi Grab terhadap ekonomi Indonesia

Terkini.id, Makassar – Centre for Internasional and Strategic Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics menyelenggarakan dialog publik, manfaat ekonomi digital dan kontribusi Grab terhadap ekonomi Indonesia.

CSIS dan Tenggara Strategic menyimpulkan bahwa kehadiran Grab memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia.

“Sebanyak Rp 48,9 triliun grab berkontribusi melalui pendapatan para pengemudi, diantaranya GrabBike dan GrabCar, mitra GrabFood dan agen Kudo individiual, dengan menawarkan peluang pendapatan kepada sekitar 300.000 pengemudi dan 40.000 agen kudo. Diperkirakan input ekonomi Grab mencapai Rp 16,4 triliun pada 2018,” sebut Stella Kusumawardhan, peneliti ekonom Tenggara Strategic, Selasa, 6 Agustus 2019.

Kontribusi lain juga dirasakan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain dari sisi produsen, CSIS dan Tenggara Strategic mengukur peningkatan kesejahteraan masyarakat dari sisi konsumen, berupa surplus konsumen.

“Konsumen di wilayah Jabodetabek merasakan keuntungannya, GrabBike dan GrabCar memberikan manfaat ekonomi sebesar Rp 46,14 triliun pada 2018,” lanjutnya.

Direktur Eksekutif Tenggara Strategics, Riyadi Suparno menambahkan terkait hasil studi surplus konsumen Grab dan survei mitra Grab.

“Manfaat yang dihasilkan oleh perusahaan teknologi ini jauh lebih besar dari yang kita sangka, baik untuk konsumen dan mitra,” kata Riyadi.

Tenggara Strategics dan CSIS memperkirakan bahwa GrabCar adalah kontributor terbesar, memberikan kontribusi Rp 1,92 triliun dari Rp 4,2 triliun.

Kontributor kedua terbesar yaitu GrabBike yang memberikan kontribusi dengan Rp 1,85 triliun.

Selanjutnya adalah Grabfood dengan kontribusi sebesar Rp 379 miliar, dan Kudo melalui jaringan agennya menciptakan kontribusi ekonomi Rp 43 miliar.

Lebih jauh, perempuan milenial lulusan Universitas Indonesia itu menyebutkan peningkatan produktivitas dan pendapatan mitra di Kota Makassar sendiri berkontribusi sebesar Rp 4,2 Triliun.

Rata-rata pendapatan Mitra pengemudi GrabBike dan GrabCar di Makassar meningkat sebesar 205% dan 135%, menjadi Rp 3,8 juta dan Rp 5,9 juta per bulannya.

“Untuk Grab Bike 49% pengemudi memiliki pendapatan pada kisaran Rp 3-5 juta setelah bermitra. Sebelumnya hanya 8% dari mitra pengemudi yang memiliki pendapatan pada kisaran ini,” ungkapnya.

“Untuk mitra Grab Car berhasil melampaui rata-rata pendapatan sektor informal. Sebelum bermitra, mayoritas responden (82%) berpendapatan dibawah Rp 5 juta. Namun, setelah bermitra, 57% dari responden berpendapatan diatas Rp 5 juta,” sambungnya.

Kepala Departemen Ekonomi CSIS, Yose Rizal juga menambahkan pendapatnya terkait kontribusi teknologi Grab.

“Grab sebagai salah satu pelaku paling inovatif teknologi digital terjadal perekonomian Indonesia,” tutupnya.

Berita Terkait