PDIP-Demokrat Berbalas Sindir, Pengamat Politik The Habibie Center: Ini Bermanfaat Bagi Masyarakat

Terkini.id, Jakarta – The Habibie Center Bawono Kumoro berharap agar saling sindir PDIP dengan Demokrat ini akan berakhir dengan hasil konstruktif.

Hal senada juga disampaikan Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes memandang bahwa langkah PDIP membandingkan kinerja Jokowi dengan SBY merupakan hal yang positif.

Menurutnya, dengan memantau kelebihan dan kekurangan masing-masing, akan membuat demokrasi di Indonesia semakin sehat.

Baca Juga: Rumor Reshuffle Pekan Depan, PAN Siapkan Menteri Jika Diminta Jokowi

“Justru menurut saya baik-baik saja. Karena kontestasinya soal kebijakan ya, misalnya Demokrat mengkritisi kebijakan di masa PDIP, begitu juga PDIP memberikan penilaian terhadap kebijakan ketika Demokrat berkuasa. Jadi itu sesuatu yang baik, justru memang partai-partai ini harus berkontestasi,” kata Arya, Senin 25 Oktober 2021.

Bawono menilai polemik yang terjadi sekarang masih dalam tahap lumrah. Terlebih jelang pagelaran Pemilu 2024.

Baca Juga: Johan Budi Bertemu Empat Mata dengan Jokowi di Istana, Sinyal...

“Partai sudah mulai jualan. Isu, calon, figur, dan minimal penjajakan, kerja sama dengan partai lain. Dalam periode 5 tahun, pasti setiap menginjak tahun ketiga, ini kan tahun keduanya Pak Jokowi-Ma’ruf, sudah riuh dan gaduh lah,” ujar Bawono, Senin 25 Oktober 2021.

Lebih lanjut, Bawono juga menyoroti sejauh mana konstelasi politik antara PDIP dengan Demokrat ini bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, hal tersebut tergantung dari isu yang dimainkan kedua pihak.

“Seberapa mencerdaskannya polemik politik bagi masyarakat, tergantung apa yang dipolemikkan. Kalau yang dipolemikkan hal yang remeh temeh, misalnya soal koalisi yang sifatnya kosmetik, itu enggak akan mencerdaskan, enggak banyak manfaat. Kalau sifatnya soal ide, gagasan, track record, kinerja masa lalu, kinerja masa sekarang, itu lebih mencerdaskan,” terang Bawono, dilansir dari Liputan6.

Baca Juga: Johan Budi Bertemu Empat Mata dengan Jokowi di Istana, Sinyal...

Selanjutnya, Bawono menuturkan bahwa kinerja Jokowi dalam pembangunan infrastruktur memang lebih unggul ketimbang era SBY. Namun demikian, data itu bisa sepadan kalau dibandingkan dengan kebijakan lainnya.

“Perbandingan secara empiris, riset penelitian, berbanding berapa jembatan yang dibangun, berapa jalan yang dibangun, infrastruktur, zaman SBY dan Jokowi, lebih unggul Jokowi. Tapi berimbang ada juga perbandingan misalnya berapa hasil utang antar dua periode itu,” jelas Bawono.

“Kalau yang dibandingkan seperti itu, menambah knowledge publik, mencerdaskan. Karena data-data itu terbuka, ada di BPS di lembaga lain, dan sebagainya,” tegasnya lagi.

Dengan adanya polemik ini, Bawono berharap agar saling sindir PDIP dengan Demokrat ini akan berakhir dengan hasil konstruktif. Kedua pihak hendaknya lebih mengemukakan ide yang dapat mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita lihat bagaimana ke depan berbalas sindirnya itu, apakah kayak dulu-dulu lagi, berbalas sindirnya enggak jelas ujungnya. Atau berbalas sindirnya semakin mendekati 2024 itu hal-hal yang sifatnya mencerdaskan, ide, tawaran program, kinerja. Mudah-mudahan begitu,” ujar dia.

Bagikan