Curhat Ketua TPS Makassar: Kerja dari Subuh hingga Subuh Tapi Dituduh Curang

Terkini.id, Makassar – Banyaknya masyarakat yang menuding KPU beserta panitia di KPPS berbuat curang membuat Ketua KPPS 14 Kelurahan Mannuruki, Sutrisno curhat.

Menurut dia, orang-orang yang menuding KPPS berbuat curang atau berat sebelah tidak memperhatikan dengan baik bagaimana panitia bekerja.

“Saya merasakan bagaimana beratnya menjadi bagian dari Pemilihan umum (Pemilu). Saya selaku ketua TPS sejak awal sudah dibayangi beratnya bagaimana caranya menyukseskan pemilu. Mulai dari mengurus kotak suara dari Presiden, hingga calon anggota DPRD Kota dan Kabupaten,” tulisnya melalui keterangan yang diterima terkini.id.

“Sejak pukul lima pagi, kami sudah bergegas ke TPS untuk menyiapkan kelengkapannya, mondar mandir sana sini untuk berusaha menjamin kenyamanan, dan keamanan bagi warga yang hendak melakuka  pencoblosan,” katanya lagi.

Tepat pukul 7.00 wita, pihaknya kemudian mengambil sumpah pada anggota TPS untuk bisa bekerja dengan baik dan jujur, disaksikan oleh para saksi, mulai saksi presiden sampai DPRD kabupaten.

“Setelah saksi, semua datang dan menyaksikan  kami baru berani membuka kotak suara, setelah kami buka dan di total isi kotak suara kami yakinkan ke Panitia Pengawas (Panwas), dan semua saksi bahwa seperti ini kondisi kotak suara, dan alhamdulillah isi kotak suara di TPS kami sesuai dengan DPT yang ada, dan  kondisinya aman terkendali,” ceritanya.

“Saat waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 Wita, masyakarat yang mau memilih sudah mulai berdatangan, dan kami layani mereka dengan senyuman dan kehangatan.

Saat itu, kami sibuknya luar biasa bahkan sarapan pagi pun kami tak terpikirkan,” terang dia lagi.

Proses tersebut berlangsung hingga pukul 14.00 siang, dan proses pemilihan berjalan baik semua saksi saksi tidak ada yang komplain.

“Setelah sholat zuhur, kami mulai proses perhitungan kertas suara mulai dan Itu kami lakukan sampai pukul 2 dini hari besoknya,” ceritanya lagi.

“Setelah itu mulai kita membackup data C1, menulis dan menyediakan untuk saksi saksi yang ada agar meraka semua punya pegangan,” katanya.

“Itu kami lakukan sampai subuh, bahkan ada beberapa teman TPS kami melakukan penghitungan sampai  jam 4 sore,” katanya.

“Saudara ini perjuangan kami, jika dihitung dari materi maka tidak sebanding lelah kami, sakit  kami bahkan ada di beberapa wilayah saudara kami meninggal dunia akibat kelelahan.

Terus segampang itu kalian mengatakan pemilu curang?

Di mana peran saksi-saksi yang kalian utus, kenapa mereka diam kalau memang kami melakukan kecurangan,” tanyanya.

“Maka tolonglah dihargai perjuangan teman-teman kami yang meninggal, jaga perasaan teman teman kami yang sudah meninggalkan segala sesuatunya untuk mensukseskan PEMILU ini,” kata Ketua TPS 14 Kelurahan Mannuruki Kecamatan Tamalate Kota Makassar tersebut.

Berita Terkait
Komentar
Terkini