Curhat Perawat di Makassar Tangani Pasien Covid-19: Gaji Belum Dibayar, APD Terbatas

Rumah Sakit Umum Bahagia di Makassar yang ikut menjadi rujukan penanganan pasien covid-19.(ist)

Terkini.id, Makassar – Seorang perawat berinisial MS (35) menceritakan bagaimana sulitnya merawat pasien di tengah peralatan alat pelindung diri yang terbatas.

MS bekerja di salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Kota Makassar, yakni Rumah Sakit Umum Bahagia Makassar.

RSU Bahagia yang berlokasi di Jalan Minasa Upa menyiapkan sejumlah fasilitas seperti kamar khusus untuk membantu penanganan virus corona atau Covid-19.

Saat pulang ke rumah, MS mengatakan dirinya harus menjaga jarak dengan keluarga. Ia juga harus menerima risiko menghadapi sejumlah cibiran dari tetangga.

Di sisi lain, haknya untuk mendapatkan tunjangan hari raya (THR) dari pihak RS mengalami pemotongan.

Baca juga:

“Cuma itu ji, yayasan kasih 400 (THR) karena dia bilang tidak ada uangnya,” kata MS, Kamis, 21 Mei 2020.

Gaji jasa medik hanya terbayar penuh saat bulan Maret. Hal itu pun, kata dia, baru terbayarkan bulan ini. Sementara gaji bulan April belum terbayarkan sama sekali.

“Jasa medik tidak adapi, tiap bulan itu diterima jasanya ketika ada,” kata dia.

MS mengaku setiap tanggal 13 atau 15 gaji sudah ia terima. Namun, hingga saat ini, dia mengatakan hanya menerima THR sebanyak 400 ribu.

“Teman-teman mengeluh semua. Kan harusnya full THR,” ungkapnya.

Ia pun mengeluhkan transparansi pihak rumah sakit yang tak merinci pokok soal ihwal THR yang tak terbayarkan secara penuh.

“Walaupun mungkin tidak bisa diberi semua, tapi intinya bisa tahu apa masalahnya, kenapa kita nda dikasih itu THR,” keluhnya.

Ia mengatakan THR yang ia terima sama seperti uang jasa. MS mengatakan dirinya hendak melaporkan kasus tersebut ke Dinas Ketenangankerjaan namun urung ia lakukan lantaran punya pengalaman buruk.

“Kemarin mau lapor ke Disnaker, cuma pernah anak-anak melaporki ke sana, gajinya dia 1 juta ji, pergiki melapor. Mentahki,” kata MS.

Sementara, Direktur Umum (Dirut) RSU Bahagia, Sukmawati Dahlan mengatakan dirinya bukan tak ingin membayarkan. Hanya saja, kata dia, saat ini pendapatan Rumah Sakit mengalami penurunan.

“Sebenarnya bukan tak ingin dibayar, hanya belum dibayar. Pendapatan RS hanya seberapa,” kata dia.

Menurut Sukmawati, sebagai RSU swasta, THR dibayarkan sesuai dengan kesanggupan rumah sakit.

“Jadi untuk memenuhi seperti tahun-tahun kemarin agak susah,” kata dia.

Dia mengatakan, saat ini, pihak RSU Bahagia masih bisa menggaji tenaga medis ketimbang saat mereka dirumahkan.

“Lebih kasian lagi kalau dirumahkan,” ungkap Sukmawati.

Dia mengatakan, saat ini, pasien yang dirawat di RSU Bahagia bisa dihitung jari, hanya berkisar 2 sampai 3 pasien.

Komentar

Rekomendasi

Yusran Jusuf Salat Ied di Rumah Jabatan

Pantau Mal yang Buka, Satpol PP Makassar Temukan Pengunjung Tak Pakai Masker

Sembilan Masjid di Kota Makassar Akan Laksanakan Salat Ied

Pj Wali Kota Makassar Yusran Jusuf Tinjau Masjid yang Akan Gelar Salat Ied

Mantan Ketua DPC PDIP Makassar Tutup Usia

Gelar Aksi Sosial, FRKM Salurkan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Covid-19

Bahas Penerapan Digital dalam Industri, BKM PII Gelar Diskusi Online

Update 22 Mei Pasien Corona Covid-19 di Makassar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar