Daeng Ngawing Hadirkan Rumah Baca 27 di Jeneponto

Rumah Baca 27 di sekitar hutan mangrove Desa Balang Baru Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto

Terkini.id, Jeneponto – Berangkat dari sebuah keyakinan, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, pada 2018, Taufik merintis pembangunan Taman Baca 27, di Desa Balang Baru, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto.

Membangun rumah baca terinovasi dari prinsip, menjadikan setiap tempat adalah sekolah dan setiap orang adalah guru sebagai prinsip dalam mengakses larasi percepatan gerakan literasi.

“Sebenarnya, inspirasi pembangunan ini muncul sejak tahun 2015, pada saat itu, saya diangkat sebagai penjabat kepala Desa Balang Baru Kecamatan Tarowang,” kata Taufik yang biasa disapa Daeng Ngawing.

Menurutnya, Inspirasi membangun Rumah baca 27 itu muncul dari benak hatinya yang berangkat dari kesadaran dan tanggung jawab kemanusiaan bahwa mencerdaskan tidak hanya kewajiban konstitusional Negara tetapi menjadi kewajiban moral setiap orang

“Prinsip dalam mengakses larasi percepatan gerakan literasi bahwa membaca adalah kewajiban oleh karena itu setiap orang harus menuntaskan kewajiban itu dengan membaca, sebab itulah juga Rumah Baca 27 hadir menawarkan solusi,” ungkapnya.

Menarik untuk Anda:

Tahun 2018 keinginan membangun rumah baca itu baru dapat terwujud, setelah sebelumnya pada tahun 2017 juga telah mengisiasi pendirian Taman kanak-kanak 27, bergerak dalam senyap ia tetap setia pada komitmen moral dan perangnya mendorong minat baca masyarakat desa Balang Baru.

“Membaca adalah keniscayaan dan menjadi sebab bagi hadirnya pelita dan cinta dalam semangatnya, semangat untuk terus menumbuhkembangkan gerak literasi sebagai daya tarik bagi masyarakat rumah baca 27,” tuturnya.

Seiring dengan perkembangan zaman, di rumah baca 27, Daeng Ngawing, mempersembahkan paket belajar bahasa Inggris bagi anak-anak dalam wilayah kecamatan Tarowang, terkhusus bagi anak-anak Desa Balang Baru.

“Anak-anak harus menjadi mentor dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi informasi yang terjadi sekarang ini, untuk itu kita literasika minat baca bahasa Inggris,” ujarnya.

Rumah Baca 27 yang terletak di sekitar wisata hutan mangrove, sebagai upaya mengintegrasikan perang rumah baca dengan wisata hutan mangrove.

“UntukĀ  menjawab tantangan wisata ke depan, disamping menikmati keindahan hutan mangrove, pengunjung pun dapatĀ  memegang buku di rumah baca 27 untuk dibaca, buku juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam mengeksplor perkembangan wisata ini,” pungkasnya.

Dari kegiatan rumah baca itu, Daeng Ngawing berharap adanya learning center pusat belajar holistik

“Kita berharap segera dapat mendirikan community learning center pusat belajar masyarakat, tempat belajar holistik yang dapat hadir menawarkan dan mempersembahkan solusi bagi pendidikan masyarakat khususnya pada penuntasan 6 literasi dasar,” tutupnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Bupati Iksan Iskandar Buka FGD Pelaksanaan Pengelolaan Rest Area di Jeneponto

TP PKK Jeneponto Gelar Pelatihan Pengembangan SDM Diversifikasi Produk Garam

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar