Terkini.id, Jakarta – Hacker menjadi sebuah kata yang saat ini tidak asing di telinga masyarakat Indonesia akibat dampak peretasan yang dilakukan oleh Hacker Bjorka.
Hacker Bjorka diketahui belakangan ini terus melakukan aksinya untuk membongkar seluruh data pribadi milik pejabat tinggi Indonesia, lembaga pemerintahan dan masyarakat Indonesia.
Menko Marves Luhut Pandjaitan, Menkominfo Johnny G Plate hingga Anies Baswedan juga telah menjadi korban keganasan Hacker Bjorka.
Dilansir dari wikipedia, hacker merupakan bahasa Inggris dari kata Peretas. Hacker adalah ahli komputer yang pandai memakai ilmu mereka untuk menyelesaikan sebuah masalah.
Sebutan hacker selalu diberikan kepada seorang programmer komputer yang lihai serta memakai pengetahuannya dengan menaruh exploit atau bug untuk menyerang sistem jaringan komputer.
- Hacker yang Pernah Meretas NASA Sebut Bjorka Adalah Orang Indonesia
- Terkait Klaim Pemerintah, Hacker Bjorka Kembali Kirim Pesan Balasan Kepada Indonesia
- Disebut Sebagai Sosok di balik Hacker Bjorka, Bocah Cirebon Angkat Bicara
- Hacker Bjorka Kini Bocorkan Data Puan Maharani
- Disebut Belum Ada Rahasia Negara yang Bocor, Mahfud MD: Bjorka Ini Sebenarnya Tidak Punya Keahlian Membobol
Dalam aksinya, hacker biasanya juga dipakai oleh sebuah lembaga atau individu yang ingin menyerang kompetisinya.
Jenis hacker ada beberapa macam, yaitu grey hat hacker alias hacker yang tidak diketahui tujuannya apa, white hat hacker alias hacker yang bertujuan baik, black hat hacker alias hacker dengan motif jahat.
Selanjutnya ada hacker yang disebut hacktivist atau hacker yang selalu menyampaikan pendapatnya dan bertujuan baik.
Lalu ada hacker bernama script kiddie yaitu hacker yang masih pemula.
Dibawah ini adalah 4 hacker lokal dan internasional yang pernah menyerang Indonesia, dikutip terkini.id dari cnnindonesia.com:
1. ZYY dan Lutfiefake

Dua remaja yang menamakan dirinya ZYY dan Lutfiefake pernah menghack halaman website milik Sekretariat Kabinet (Setkab).
Insiden ini terjadi pada bulan Agustus 2021. Ketika ZYY dan Lutfiefake melakukan aksinya, halaman situs Setkab tampak seperti layar hitam dan melampirkan sebuah foto demonstran yang sedang membawa bendera merah putih.
Setelah itu dibawahnya ada keterangan yang tertulis ‘Padang Blackhat ll Anon Illusion Team Pwned By ZYY Ft Luthfifake’.
Setelah perbuatannya terungkap oleh pihak kepolisian Indonesia, ZYY dan Lutfiefake dibawa ke kantor polisi setempat untuk diminta pertanggungjawabannya.
Namun karena sosok dibelakang ZYY dan Lutfiefake ternyata masih berusia dibawah umur, maka ZYY dan Lutfiefake tidak menjadi terpidana hanya dihukum untuk wajib lapor selama tiga bulan.
Sikap Balai Pemasyarakatan Kelas I Jakarta Selatan alias Bapas Jaksel yang tidak memidana para remaja ini bertujuan untuk menciptakan perdamaian antara anak dan korban, agar tidak melanggar kemerdekaan sang anak, agar anak tersebut memiliki rasa tanggung jawab atas perbuatannya, dan agar kasus ini dapat diselesaikan di luar pengadilan.
2. Hacker Brasil Son1x666

Hacker Brasil Son1x666 merupakan hacker yang berasal dari luar Indonesia, yakni negara Brasil. Pada tahun 2021, Hacker Brasil Son1x666 melakukan serangan siber kepada website kepunyaan institusi Polri.
Dalam aksinya, Hacker Brasil Son1xx666 mengekspos data berupa identitas pribadi anggota kepolisian Indonesia.
Data pribadi ini dibocorkan dan disebarkan dalam dunia maya secara gratis.
Hacker Brasil Son1xx666 bahkan membagikan dua link tautan agar siapa saja dapat mengunduh file data yang berisi identitas pribadi anggota Polri.
File tersebut bernama polrileak.txt yang mempunyai ukuran sebesar 10,27 MB dan polri.sql.
Identitas pribadi yang disebarkan memuat nama, golongan darah, pendidikan umum terakhir, pendidikan jenjang terakhir, putusan sidang, jenis pelanggaran, ID Propam, pangkat, tempat tanggal lahir, satuan kerja, jabatan dan agama.
Tidak berhenti sampai disitu, Hacker Brasil Son1xx666 sempat men-deface halaman situs milik 5 sub domain web Badan Pengkajian dan Pengenalan Teknologi alias BPPT dan Badan Siber dan Sandi Negara alias BSSN.
Pihak BSSN yang diwakilkan oleh juru bicaranya, Anton Setiawan mengakui bahwa halaman websitenya telah diretas.
Namun ia juga mengklaim tidak ada data milik masyarakat Indonesia yang dibocorkan oleh sang hacker.
Sedangkan alasan Hacker Brasil Son1xx666 menyerang Indonesia lantaran ada hacker tanah air yang lebih dahulu menyerang situs negara Brasil.
3. Mustang Panda

Sebuah kelompok hacker bernama Mustang Panda pada September 2021 meretas data kepunyaan Badan Intelijen Indonesia alias BIN dan 10 kementerian yang ada di Indonesia.
Tindakan Mustang Panda ini terungkap dari laporan Insikt Group yang merupakan peneliti keamanan internet The Record.
Insikt Group dikenal sebagai kelompok yang beranggotakan tim peneliti analis intelijen, saintis data (data scientist), dan insinyur.
Pada bulan April 2021 peneliti dari Insikt Group sedang mengecek server pengendali dan control malware Plugx yang dijalankan oleh Mustang Panda.
Disaat yang bersamaan peneliti Insikt Group menemukan fakta bahwa selama ini Mustang Panda menjalin hubungan dengan host yang terdapat pada jaringan di tanah air.
Peneliti Insikt menyatakan bahwa pada bulan Juni dan Juli 2021, mereka telah mengabari pemerintah Indonesia terkait temuannya tersebut, tetapi pemerintah Indonesia tidak menanggapinya.
Mengenai motif dari Mustang Panda melakukan aksi peretasan itu, Peneliti Insikt tidak mengetahui alasan dibalik perbuatannya itu.
Kabar yang beredar bahwa aksi peretasan Mustang Panda berhubungan dengan Tiongkok yang berusaha untuk memata-matai ketika kondisi Laut China Selatan sedang memanas.
Disisi lain, BIN menyangkal bahwa situs miliknya pernah diretas oleh hacker yang berasal dari negeri tirai bambu itu.
Wawan Hari Purwanto selaku Deputi VII BIN menyebutkan bahwa pihaknya selalu rajin untuk mengecek sistem yang sedang berjalan.
Sebagai informasi, Mustang Panda adalah hacker China yang terkenal karena aksi spionasenya, biasanya yang menjadi sasaran hacker ini adalah negara Asia Tenggara.
Tidak hanya Indonesia yang terkena dampak aksi dari Mustang Panda. Pada bulan Juni 2021, Mustang Panda diduga meretas website kepunyaan kepresidenan Myanmar.
Mustang Panda diduga menempelkan backdoor Trojan dalam situs kepresidenan Myanmar.
Selain itu, Mustang Panda pernah ingin mencuri informasi yang berhubungan dengan teknologi 5G dari perusahaan telekomunikasi yang berada di Amerika Serikat, Asia dan Eropa.
4. CJ77

Akun media sosial Twitter bernama CJ77 pernah mengklaim telah membocorkan data milik Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
CJ77 melakukan aksinya ini pada bulan Oktober 2021. CJ77 mengaku sebagai hacker yang memperjualbelikan hasil retasannya di situs RaidForums.
Sedangkan yang diduga dibocorkan oleh CJ77 adalah identitas pribadi semua pihak yang pernah membuat pengaduan kepada KPAI terkait kasus yang dialaminya.
Identitas pribadi yang dibocorkan oleh CJ77 berupa tempat tanggal lahir, jenis kelamin, kota tempat tinggal, nama, nomor KTP, kewarganegaraan, nomor telepon, nomor handphone, agama, pekerjaan, pendidikan, alamat, dan email.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
