Masuk

Dampak Kenaikan Harga BBM, Angkot di Makassar Naik Rp1.000

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Dampak kenaikan harga BBM yang telah ditetapkan pemerintahan Presiden Jokowi membuat industri Angkutan Umum (Angkot) di Makassar, Sulawesi Selatan harus turut menyesuaikan tarif angkutannya.

Mengenai penyesuaian tarif angkutan umum di Makassar yang merupakan efek dari kenaikan harga BBM juga ditegaskan oleh Zainal Abidin selaku Ketua Organda Makassar.

“Pemerintah telah mengumumkan pada 3 September bahwa, BBM dari harga Rp7.650 menjadi Rp10 ribu. Berarti ada kenaikan dari harga sebelumnya. Sehingga kami wajib menyesuaikan tarif,” ujar Zainal Abidin, dikutip terkini.id dari cnnindonesia.com, Senin 5 September 2022.

Baca Juga: Kenaikan Tarif Angkutan Umum di Kendari Sebesar 20 Persen

Ia menjelaskan bahwa kenaikan tarif angkutan umum telah berlaku sejak Senin 5 September pagi ini.

Sebelumnya tarif angkutan umum Makassar dipatok dengan harga Rp7.000, dengan adanya kenaikan harga BBM maka naik menjadi Rp8.000.

“Kita mencoba melakukan kenaikan sebesar Rp1.000, dari Rp7.000 menjadi Rp8.000,” kata Zainal Abidin.

Baca Juga: BBM Naik, Organda Makassar Berlakukan Kenaikan Tarif Petepete

Kenaikan harga tarif angkutan umum ini juga diterapkan bagi angkutan yang melintasi jalan bebas hambatan alias jalan tol di Makassar.

“Jalur ini tarifnya dari Rp8.000 menjadi Rp9.000 karena lewat tol harus menggunakan biaya sehingga kita menyesuaikan tarifnya,” tutur Zainal Abidin.

Sebagai informasi, pada Sabtu 3 September 2022, Presiden Jokowi secara resmi menetapkan kenaikan harga BBM subsidi.

Presiden Jokowi menyebutkan alasan pemerintah menaikkan harga BBM karena subsidi yang diberikan telah melonjak hingga tiga kali lipat.

Baca Juga: Penumpangnya Direbut, Sopir Pete-pete di Makassar Keroyok Pria Ini

Oleh karena itu, pemerintah akan mengambil langkah dengan mengalihkan subsidi kepada warga yang lebih membutuhkan.

“Ini adalah pilihan terakhir pemerintah, yaitu mengalihkan subsidi BBM sehingga harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian dan sebagian subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran,” ucap Presiden Jokowi di Istana Merdeka, dikutip terkini.id dari cnnindonesia.com, Senin 5 September 2022.

Pemerintah menyatakan akan mengalihkan subsidi BBM menjadi program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang akan dibagikan kepada warga miskin di seluruh Indonesia.

“Bantuan langsung tunai BLT BBM sebesar Rp12,4 triliun yang diberikan kepada 20,65 juta keluarga yang kurang mampu sebesar 150.000 per bulan dan mulai diberikan bulan September selama empat bulan,” ungkap Presiden Jokowi.

Tidak hanya BLT, Presiden Jokowi akan memastikan pemerintah daerah menyisakan 2 persen dari dana transfer umum untuk BLT.

Pemerintah juga telah menyediakan bantuan sosial untuk para pekerja yang mempunyai upah dibawah Rp3,5 juta.

Para pekerja tersebut akan memperoleh BLT yang berjumlah Rp600 ribu.