Dandim, Kapolres Hingga Jurnalis Jadi Penerima Vaksin Covid-19 Pertama di Jeneponto

Terkini.id, Jeneponto – Dandim, Kapolres, beberapa Kepala OPD dan perwakilan organisasi dan Jurnalis menjadi penerima vaksin pertama dalam pencanangan dan pemberian vaksin Covid -19 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto, bertempat di ruang Pola Panrannuanta Kantor Bupati Jeneponto, Senin, 1 Februari 2021.

Pemberian vaksin Covid-19 itu disaksikan langsung oleh Bupati Jeneponto,  H. Iksan Iskandar, Sekda Jeneponto, Syafruddin Nurdin dan sejumlah Kepala OPD Pemkab Jeneponto.

Di awal acara, Sekda Jeneponto, Syafruddin Nurdin, memberikan jaminan perasaan dan keamanan kepada peserta dengan memaparkan beberapa hal terkait pelaksanaan dan manfaat vaksin.

Baca Juga: Bupati Jeneponto Serahkan Ranperda APBD 2022, Belanja Daerah Turun Rp80...

“Sebelumnya vaksin sinovac telah melewati proses uji kelayakan yang sangat panjang dan ketat, sehingga ditetapkan keamanannya dan halalnya vaksin tersebut sebagai vaksin Covid-19 dan aman diberikan kepada masyarakat,” ungkap Syafruddin Nurdin.

Syafruddin Nurdin juga menyampaikan tujuan jangka panjang dari pemberian vaksin.

Baca Juga: Presiden Joko Widodo Resmikan Bendungan Kareloe, Menelan Anggaran 1,27 Triliun

“Tujuannya agar nantinya secara alami membentuk antibodi dan dapat memutus mata rantai penyebaran dengan menciptakan Herd immunity bagi masyarakat penerima vaksin,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Jeneponto, Syusanty A Mansyur menyampaikan, tidak semua orang layak, hanya orang yang telah dinyatakan bersyarat secara medislah yang akan menerima vaksin.

“Untuk gelombang pertama ini, tidak semua orang bisa mendapatkan vaksin, pemberian hanya kepada yang telah dianggap bersyarat secara medis yang akan menerima,” jelasnya.

Baca Juga: Presiden Joko Widodo Resmikan Bendungan Kareloe, Menelan Anggaran 1,27 Triliun

Sedangkan juru bicara Satgas Covid-19 Jeneponto, Suryanigrat yang juga Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Jeneponto mengatakan, pada pencanangan gelombang pertama vaksin rencananya diberikan kepada 10 orang, namun karena antusias para anggota Polisi, ASN, maka yang mendaftar lewat online dan manual sebanyak 31 orang.

“31 orang yang mendaftar merupakan Unsur Forkopimda, beberapa Kepala OPD dan beberapa perwakilan organisasi. Dari hasil screening oleh tim medis Dinas Kesehatan, dari 31 orang yang mendaftar sebanyak 25 orang di antaranya dinyatakan bersyarat untuk divaksin dan 6 orang dinyatakan tidak bersyarat,” ungkapnya.

Dari 26 yang bersyarat untuk divaksin, kata Suryaningrat, adalah Dandim 1425 Letkol Inf Gustiawan Ferdianto, Kapolres, AKBP Yudha Kesit Dwijayanto, Kasi Pidum Kejari Jeneponto, Kepala Dinas PTSP, Kadis Koperasi, Kabag OPS, Kasat Intel dan beberapa anggota Polres Jeneponto, Kapolsek Bangkala, ketua asosiasi BPD Jeneponto, wakil ketua IDI, ketua PPNI Jeneponto serta Jurnalis terkini.id Syarfuddin yang juga Sekretaris Komunitas Jurnalis Turatea Kabupaten Jeneponto dan beberapa perserta lainnya.

“Beberapa orang yang sebelumnya mendaftar, namun dinyatakan tidak bersyarat untuk divaksin di antaranya, Kasatpol PP, M. Nasuhan beserta 5 orang lainnya dinyatakan ditunda pemberian vaksinnya karena mengalami tekanan darah tinggi dan kendala lainnya,” ungkap Suryaningrat.

Sementara itu, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, berharap vaksinasi dapat berjalan dengan lancar dan baik dan tidak dibumbui dengan berita hoaks.

“Kita berharap pencanangan dan pemberian vaksin yang dilakukan secara serentak ini agar tidak dibumbui dengan informasi yang kontraproduktif atau hoaks karena akan berdampak pada psikologi masyarakat. Untuk itu proses vaksin harus dikawal dengan ketat,” terang Iksan Iskandar.

Iksan Iskandar juga mengharapkan, selain pemberian vaksin diharapkan kepada masyarakat agar tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Setelah diberikan vaksin agar tetap membiasakan diri menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker,” tutup Bupati Iksan Iskandar.

Selanjutnya, proses vaksinasi diberikan kepada seluruh tenaga kesehatan dan selanjutnya kepada polisi dan TNI.

Bagikan