Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto diminta mengusut tuntas dugaan pencaloan karyawan di tubuh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Kuat dugaan, overkapasitas karyawan PDAM Kota Makassar yang berjumlah sekitar 1300 orang lantaran ada keterlibatan oknum calo.
Jumlah pegawai Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Makassar dinilai melebihi kapasitas atau overkapasitas dari ketentuan rasio Permendagri yakni satu pegawai banding 200 pelanggan.
Pasalnya, jumlah pelanggan PDAM hingga saat ini hanya berkisar 176 ribu.
Oknum calo tersebut dinilai memanfaatkan kedekatan dengan pejabat serta dukungan dari orang dalam PDAM untuk meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah.
- Wali Kota Makassar Gandeng Sinar Jaya Bahas Bus Kota Terintegrasi Jalur Kampus
- Pemkot Makassar Dorong ASN Menulis Buku, Walikota Munafri: Literasi Harus Jadi Budaya
- Wali Kota Makassar Apresiasi Polisi Berantas Geng Motor, Pos Kamling Akan Diaktifkan
- Wali Kota Makassar Resmi Buka Sipakracca Sulawesi Fight Event Season 1
- Wali Kota Makassar Apresiasi 47 Juara MTQ Sulsel, Kafilah Raih Juara 2 Umum
SL mengaku ditawari oleh oknum calo untuk menjadi karyawan di PDAM asalkan sanggup memenuhi syarat dengan membayar puluhan juta rupiah.
“Saya ditawari dan dimintai bayaran Rp65 juta kalau mau jadi karyawan di PDAM,” ujar SL, Minggu 7 November 2021.
Menurut pengakuan SL, awalnya ia mendapat informasi dari temannya AN yang sudah lolos menjadi karyawan dengan membayar sejumlah uang kepada oknum calo bernama AG.
SL mengatakan, oknum calo berinisial AG itu bekerja kolektif mencari target. Dia ditemani oleh kawannya SW.
“Iya ada teman sudah masuk jadi karyawan di PDAM, katanya si AG yang masukkan. Jadi saya coba komunikasi dengan AG. Saya kaget karena dia bersama temannya SW meminta uang Rp65 juta,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
