Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menargetkan capaian vaksinasi 75 persen pada 9 November mendatang. Hal itu bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar yang ke-414.
Cakupan vaksinasi Kota Makassar hingga Minggu, 7 November 2021 sudah mencapai 74,60% atau 822.299 orang untuk vaksinasi pertama. Dengan rincian masyarakat umum dan rentan sebesar 57.38% atau setara 405.523 orang.
Masyarakat lanjut usia (lansia) 36% atau setara 36.465 orang, dan vaksinasi usia 12-17 tahun sebesar 66,27% atau setara 103.561.
Sementara untuk capaian vaksinasi dosis kedua sudah berada di angka 53,61% atau setara 590.977 orang. Dengan rincian masyarakat umum dan rentan sebesar 37,25% atau 263.298 orang. Lansia 28,29% atau setara 28.651 orang, dan vaksinasi usia 12-17 sebesar 44,79% atau setara 69.999 orang.
Dengan jumlah ini, pemerintah kota hanya perlu menaikkan vaksinasi sekitar 6 persen untuk mencapai target herd immunity yang ditargetkan sebanyak 70% dari total penduduk Makassar atau sekitar 1.102.330 jiwa.
- Appi Temui Danny Pomanto di Momen Lebaran, Sepakat Saling Support Pembangunan Makassar
- Open House Idul Fitri Danny Pomanto Jadi Simbol Toleransi, Tokoh Lintas Agama Bernyanyi Bersama
- Momen Idul Fitri di Karebosi, Danny Pomanto, IAS dan Appi Salat Id Satu Saf
- Mantan Walikota Makassar Danny Pomanto Kenang Sosok Andi Yasir, Figur Pamong Berdikasi
- Evaluasi Motor Sampah Listrik: Munafri Tinjau Ulang Proyek Warisan Danny Pomanto
Sementara, stok vaksin yang dimiliki Pemkot Makassar berjumlah 182.468 dosis dengan rata-rata vaksin pekan lalu sebanyak 5.738 dosis.
Yang menjadi atensi dari pihak Pemkot adalah vaksinasi lansia. Pasalnya, vaksinasi ini masih cukup minim dibanding kategori lainnya.
“Sekarang kita dorong vaksinasi lansia yang belum sampai 50 persen, itu bakal dilanjutkan secara door to door,” ucap Danny Pomanto, Minggu, 7 November 2021.
Plt Kepala Dinas Kesehatan, Nursaidah Sirajuddin menyatakan, minimnya capaian vaksinasi lansia disebabkan sejumlah hal, di antaranya, banyak lansia yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan, hingga adanya penolakan dari pihak keluarga.
Dia mengaku sudah ada beberapa cara yang dilakukan untuk menggenjot vaksinasi bagi lansia. Salah satunya adalah metode layanan tanpa turun (lantatur) atau drive thru.
Namun, bila masih belum maksimal, sambung dr. Ida, maka akan dilakukan metode door to door. Petugas akan mendatangi rumah lansia satu per satu untuk divaksin.
“Ke depannya bila vaksinasi 100.1.100 rampung, akan kita lakukan kunjungan dari rumah ke rumah khusus untuk vaksinasi lansia,” ujarnya.
Sejauh ini, angka kasus aktif Covid-19 di Kota Makassar cukup rendah. Sejak awal November 2021, angka kasus tak pernah melewati 10 kasus dalam satu hari.
Sejak tanggal 1 hingga 6 November, angka kasus berturut-turut adalah 2, 6, 4, 6, 1 dan 4 kasus. Angka kesembuhan pun menunjukkan nilai yang cukup baik, yakni 98%.
Pakar Kesehatan Universitas Hasanuddin, Prof. Idrus Paturusi belum lama ini mengingatkan agar seluruh pihak bekerja sama untuk menjalankan protokol kesehatan meski kasus tak lagi tinggi.
Pasalnya, kata dia, protokol kesehatan menjadi tanggung jawab setiap individu, bukan hanya segelintir orang apalagi instansi tertentu.
“Prokes harus diperkuat, jangan sampai kita kebablasan lagi,” ungkap Prof. Idrus.
Prof Idrus mengaku, berdasarkan laporan yang ia terima dari sejumlah laboratorium, kasus konfirmasi positif Covid-19 di Sulawesi Selatan memang menurun cukup drastis.
Namun hal ini tidak bisa jadi patokan pemerintah dalam melakukan pelonggaran yang berpotensi menaikkan jumlah kasus harian.
“Kalau dulu yang positif di lab banyak sekali. Jadi pemerintah menjaga saja jangan sampai kena gelombang ketiga,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
